Senin, 27 Mei 2019 11:03

Tafsir Al-Isra 2-3: Wedding Berlebihan Mengurangi Keberkahan

Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: -
Tafsir Al-Isra 2-3: Wedding Berlebihan Mengurangi Keberkahan
Ilustrasi

Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   

Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).

Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).

Minggu-minggu lalu presiden kita mantu dan menyelenggarakan pesta mewah bersambung hingga beberapa hari di Solo Jawa Tengah dan di besannya, Medan Sumatera. Sangat spektakuler, sangat mewah, dan sangat mahal.

Sementara gizi buruk melanda anak-anak negeri ini cukup tinggi dan negara kita termasuk negara dengan gizi buruk terbanyak di dunia. Andai bukan Jokowi yang berbuat foya macam itu, pasti habis-habis dikecam.

Ya, karena presiden sendiri dulu pernah melarang rapat di hotel-hotel, bermewah-mewahan, menghambur-hamburkan uang, dan sebangsanya. Alasan yang dikemukakan di televisi, bahwa orang "keadaan" menghendaki begitu dan dia tidak bisa mengelak itu sah dan hak personaliti. Tapi tidak semua rakyat legowo dengan itu, bahkan tidak sedikit yang hanya mencep. Meski tanpa kata, tapi "mencep" itu tajam makna. Mudah-mudahan Jokowi mengerti arti mencepnya sang rakyat kecil.

Ada sindiran Hadis, bahwa makanan terburuk adalah makanan resepsi pernikahan. Ya, karena yang diundang menikmati di situ prioritas orang-orang gedean saja, sementara yang miskin dipinggirkan. Dan nyatanya begitu. Dalam agama, walimah itu diperintahkan. al-imam al-Syafi'i memandang sunnah dan Abu Hanifah memandang wajib. Kelengkapan paparan ada di kitab fiqih.

Walimah itu sedekah, syukuran saat seseorang mendapat nikmat berupa pasangan hidup. Nikah berarti tambahnya kekeluargaan yang mengantar ke tambahnya keberkahan dan keberkahan itu lahir dari amal kebajikan. Jadi, silakan berpesta pernikahan, asal sesuai syari'ah agama. Misalnya, tidak terjerumus kepada ketakabburan dengan pamer kemewahan, pemubadziran belanja yang kurang manfaat.

Satu sisi yang sering dilupakan dalam pesta walimah, yaitu memperbanyak sedekah kepada orang-orang miskin. Artinya, jangan hanya undangan kaum elite saja yang diperharikan dan diberi servis, para dhu'afa' sangat perlu digembirakan dalam pesta ini. Justru mereka inilah yang sangat membutuhkan makanan enak.

Doa orang-orang miskin, dikatakan sebagai doa yang berpotensi didengar Tuhan. Untuk itu, mereka sangat perlu dilibatkan dalam berdoa untuk keberkahan sang pengantin. Ketimbang pejabat dan orang-orang gedean yang notabenenya diragukan kesalehannya, kiranya lebih baik mengandalkan doa para fakir-miskin. Orang miskin yang diberi makanan enak, pastilah mereka senang dan pastilah mereka mendaoakan. Nah, doa inilah yang mahal dan berarti.

Bisa dibayangkan, jika para fakir dan miskin hanya disuguhi tontonan kemewahan pesta, berhamburnya biaya yang dikeluarkan, gelak tawa para gedean, mereka pasti nelongso, tersinggung dan bahkan mencibir. "Kami makan saja susah, situ foya-foya berhari-hari". Kata-kata ini adalah kalimat kekecewaan dan perlu dihindari. Maka ada benarnya terma ahli hikmah, bahwa "berlebih-lebihan dalam pesta pernikahan berpotensi mengurangi keberkahan". 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...