Rabu, 17 Oktober 2018 04:46

Tafsir Al-Isra 2-3: Wedding Berlebihan Mengurangi Keberkahan

Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: -
Tafsir Al-Isra 2-3: Wedding Berlebihan Mengurangi Keberkahan
Ilustrasi

Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   

Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).

Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).

Minggu-minggu lalu presiden kita mantu dan menyelenggarakan pesta mewah bersambung hingga beberapa hari di Solo Jawa Tengah dan di besannya, Medan Sumatera. Sangat spektakuler, sangat mewah, dan sangat mahal.

Sementara gizi buruk melanda anak-anak negeri ini cukup tinggi dan negara kita termasuk negara dengan gizi buruk terbanyak di dunia. Andai bukan Jokowi yang berbuat foya macam itu, pasti habis-habis dikecam.

Ya, karena presiden sendiri dulu pernah melarang rapat di hotel-hotel, bermewah-mewahan, menghambur-hamburkan uang, dan sebangsanya. Alasan yang dikemukakan di televisi, bahwa orang "keadaan" menghendaki begitu dan dia tidak bisa mengelak itu sah dan hak personaliti. Tapi tidak semua rakyat legowo dengan itu, bahkan tidak sedikit yang hanya mencep. Meski tanpa kata, tapi "mencep" itu tajam makna. Mudah-mudahan Jokowi mengerti arti mencepnya sang rakyat kecil.

Ada sindiran Hadis, bahwa makanan terburuk adalah makanan resepsi pernikahan. Ya, karena yang diundang menikmati di situ prioritas orang-orang gedean saja, sementara yang miskin dipinggirkan. Dan nyatanya begitu. Dalam agama, walimah itu diperintahkan. al-imam al-Syafi'i memandang sunnah dan Abu Hanifah memandang wajib. Kelengkapan paparan ada di kitab fiqih.

Walimah itu sedekah, syukuran saat seseorang mendapat nikmat berupa pasangan hidup. Nikah berarti tambahnya kekeluargaan yang mengantar ke tambahnya keberkahan dan keberkahan itu lahir dari amal kebajikan. Jadi, silakan berpesta pernikahan, asal sesuai syari'ah agama. Misalnya, tidak terjerumus kepada ketakabburan dengan pamer kemewahan, pemubadziran belanja yang kurang manfaat.

Satu sisi yang sering dilupakan dalam pesta walimah, yaitu memperbanyak sedekah kepada orang-orang miskin. Artinya, jangan hanya undangan kaum elite saja yang diperharikan dan diberi servis, para dhu'afa' sangat perlu digembirakan dalam pesta ini. Justru mereka inilah yang sangat membutuhkan makanan enak.

Doa orang-orang miskin, dikatakan sebagai doa yang berpotensi didengar Tuhan. Untuk itu, mereka sangat perlu dilibatkan dalam berdoa untuk keberkahan sang pengantin. Ketimbang pejabat dan orang-orang gedean yang notabenenya diragukan kesalehannya, kiranya lebih baik mengandalkan doa para fakir-miskin. Orang miskin yang diberi makanan enak, pastilah mereka senang dan pastilah mereka mendaoakan. Nah, doa inilah yang mahal dan berarti.

Bisa dibayangkan, jika para fakir dan miskin hanya disuguhi tontonan kemewahan pesta, berhamburnya biaya yang dikeluarkan, gelak tawa para gedean, mereka pasti nelongso, tersinggung dan bahkan mencibir. "Kami makan saja susah, situ foya-foya berhari-hari". Kata-kata ini adalah kalimat kekecewaan dan perlu dihindari. Maka ada benarnya terma ahli hikmah, bahwa "berlebih-lebihan dalam pesta pernikahan berpotensi mengurangi keberkahan". 

Suparto Wijoyo
Kamis, 11 Oktober 2018 13:39 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DUKA menggumpalkan kisah sekaligus narasi cerita yang bersambung membalutkan tragedi lingkungan dan kemanusiaan yang tiada terperikan. Beribu-ribu orang yang menjadi korban gempa di Palu maupun Donggala menyayatkan perihnya l...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...