Para pemuda Gayam Bojonegoro saat foto bersama.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Hanya tiga kata yang ada dibenak Muhamad Zaenal Arifin yakni 'Semangat, Optimis, dan Bergerak'.
Begitulah semboyan yang selalu dipegang pria 26 tahun warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu dirinya juga terus menyemangati pemuda-pemuda di desanya untuk selalu produktif dan berusaha.
BACA JUGA:
- EMCL Dukung Pelaku UMKM Binaan Ikut Tuban Fair 2025
- Antisipasi Tambang Liar Masuk, Puncak Baswara Rengel Dilakukan Penanaman Besar-besaran
- Masyarakat Bojonegoro Mulai Rasakan Program Gayatri, Tapi KPM Tetap Butuh Pendampingan
- ExxonMobil Cepu Limited Beri Pelatihan Arsitek Bagi Warga Tuban dan Bojonegoro
“Saya yakin, dengan optimisme ini kami bisa maju,” ucapnya saat ditemui di kumbung jamur Desa Begadon, Minggu (6/5).
Pemuda yang juga sebagai Ketua Karang Taruna itu bertekad untuk terus menjadi penyemangat bagi para pemuda di desanya. Sebagai wujud nyata, dia bersama 20 pemuda di desanya itu membuat usaha jamur tiram.
Mulai budidaya hingga pengolahan jamur dilakukan para pemuda sendiri. Berkat tekad kuat dan kerja keras, mereka mendapat simpati dan dukungan dari berbagai kalangan.
“Mulai dari Kepala Desa, Camat, hingga perusahaan yang ada di sini mendukung kami,” katanya.
Saat ini para pemuda anggota Karang Taruna “Arga Satu” Desa Begadon mengelola kumbung jamur tiram di rumah seorang anggotanya. Setidaknya 2.500 backlog jamur mereka rawat.
“Setiap hari jika bagus kami bisa menghasilkan 5 hingga 7 kg jamur,” imbuhnya.
Awalnya para pemuda tidak pernah berpikir mengelola jamur. Namun berbekal pelatihan yang diadakan operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), mereka nekad memulai dengan modal patungan.
“Dulu kami bekerja di proyek, tapi proyek sudah selesai, kami membuat usaha ini,” tuturnya mengisahkan.
Bagi dia, pelatihan yang diberikan Exxon Mobil merupakan bentuk perhatian perusahaan tersebut kepada warga sekitar. Desa Begadon merupakan salah satu desa yang ditempati Lapangan Migas Banyu Urip.
“Exxon Mobil juga membantu peralatan kepada kami,” lanjut Arifin.
Eko Wahyudi, 21 tahun, didapuk pemuda setempat untuk memimpin usaha jamur tiram. Menurut Arifin, Eko paling bersemangat dan punya jiwa kepemimpinan dalam menjalankan tugas usaha ini.
“Prinsip kami dalam berusaha adalah tanggung jawab. Kami tidak berambisi pada hasil, kami menjalankan sesuai target dan melebihinya,” ucap Eko optimis.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




