Manfaatkan Dana CSR, Pemuda di Gayam Bojonegoro Budidaya Jamur Tiram

Manfaatkan Dana CSR, Pemuda di Gayam Bojonegoro Budidaya Jamur Tiram Para pemuda Gayam Bojonegoro saat foto bersama.

Eko mengatakan, Exxon Mobil sudah dua kali memberikan bantuan kepada para pemuda. Pertama, pada Juli tahun lalu, Exxon Mobil memberi alat pengolahan jamur.

“Produk jamur olahan jamur krispi lebih menguntungkan dibanding menjualnya mentahnya saja,” ucap Eko.

Bantuan kedua diberikan Exxon Mobil Maret lalu. Kali ini pemuda mendapat 21 peralatan alat pembuatan backlog jamur berupa kompor berseta tabung gas dan drum untuk merebus bahan baku. 

“Awalnya kami membeli backlog, lalu hasilnya kami olah. Setelah itu kami belajar membuat backlog dan itu mendapat respon positif dari ,” papar Eko.

Saat ini para pemuda sudah memasarkan jamur krispi ke sekitar Kecamatan Gayam. Sebagian ada yang dibeli mentahnya oleh warga sekitar. Setelah mampu memproduksi backlog, pemuda juga melayani pemesanan backlog. 

“Kami sanggup membuat seribu backlog pesanan, terangnya.

Eko bersama para pemuda mengaku masih berusaha untuk mengembangkan pemasaran. Selain sering memenuhi pesanan dari ExxonMobil, dia juga terus memasarkannya secara online. 

“Kami belajar pemasaran secara otodidak," terang Eko.

Ke depan, kata Eko, dia akan menunjuk bagian khusus pemasaran dan tim IT agar penjualan onlinenya terus meningkat. Dia berharap, semangat dan kerja keras para pemuda terus mendapat dukungan semua pihak.

Kepala Desa Begadon Pardi menyambut antusias para pemuda. Menurutnya, Pemerintah Desa akan terus membantu Karang Taruna meski hanya berbentuk promosi. 

“Jika ada yang menanyakan oleh-oleh dari Begadon, tentu dengan yakin dan pasti kami sebut jamur krispi,” ucapnya mantap.

Pardi yakin, jika pemuda terus berkarya dengan potensi yang ada, mereka akan terus maju. Selain itu, dengan adanya kegiatan positif ini, tingkat kenakalan remaja di desanya hampir tidak terjad. 

“Pemuda punya kegiatan, punya usaha, jadi mereka sibu dengan hal-hal yang positif dan produktif. Tidak ada berita tentang miras dan narkoba yang melibatkan pemuda desa kami," terangnya. (wan/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO