Rabu, 17 Oktober 2018 04:49

Konvoi dan Corat-coret Masih Jadi Tradisi Kelulusan di Tuban

Kamis, 03 Mei 2018 14:25 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Konvoi dan Corat-coret Masih Jadi Tradisi Kelulusan di Tuban
Aksi corat coret masih mewarnai kelulusan SMA di Tuban. foto: Gunawan/ BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bagi siswa kelas XII SMA sederajat, momen kelulusan menjadi hal paling dinanti setelah menjalani ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Salah satu momen yang dinanti para pelajar adalah meluapkan kegembiraannya dengan aksi corat-coret seragam dan konvoi.

Begitu pula pada kelulusan tahun ini. Di Tuban, siswa-siswi dari beberapa sekolah di Kabupaten Tuban tampak berkumpul di sejumlah titik untuk corat-coret seragam, yang dilanjutkan dengan konvoi.

Aksi para siswa itu pun tidak luput dari pengawasan pihak kepolisian. Petugas mengantisipasi aksi siswa dengan menyisir setiap tempat yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya siswa yang akan melakukan konvoi.

Dari pantauan BANGSAONLINE.com, beberapa kali petugas membubarkan gerombolan pelajar yang akan melakukan konvoi lengkap dengan baju yang telah dicorat-coret berbagai tulisan.

Sementara Kepala Sekolah SMK Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban Bambang Kusdiyanto mengakui ada sejumlah siswanya yang turut merayakan kelulusan dengan coret-coret dan konvoi. Ia mengaku telah mengimbau siswa-siswinya untuk tidak melakukan konvoi saat kelulusan.

"Namun bila tidak diindahkan, pihak sekolah tidak bertanggungjawab atas perbuatan para siswa yang dilakukan di luar sekolah. Bila ada siswa yang melakukan konvoi kami serahkan kepada pihak berwajib," ungkap Bambang kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (3/5).

Kasat Binmas Polres Tuban AKP Mardiyah mengaku telah menerjunkan 30 petugas untuk menyisir tempat-tempat nongkrong para siswa. "Petugas kami tugaskan memberi arahan kepada siswa supaya tidak melakukan konvoi karena tidak berguna. Kami juga akan menindak tegas dengan penilangan jika mereka melanggar lalu lintas ," ujarnya.

Meski begitu, tidak semua pelajar melakukan konvoi, salah satunya adalah Sari Mei Ambarsari (16), pelajar SMK TJP. "Alhamdulillah lulus, saya tidak ikut konvoi. Ke sini cuma mau bayar administrasi karena kemarin masih kurang," ucap dara asal Desa Pongpongan tersebut. (gun/rd)

Suparto Wijoyo
Kamis, 11 Oktober 2018 13:39 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DUKA menggumpalkan kisah sekaligus narasi cerita yang bersambung membalutkan tragedi lingkungan dan kemanusiaan yang tiada terperikan. Beribu-ribu orang yang menjadi korban gempa di Palu maupun Donggala menyayatkan perihnya l...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...