Rabu, 16 Januari 2019 18:20

Konvoi dan Corat-coret Masih Jadi Tradisi Kelulusan di Tuban

Kamis, 03 Mei 2018 14:25 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Konvoi dan Corat-coret Masih Jadi Tradisi Kelulusan di Tuban
Aksi corat coret masih mewarnai kelulusan SMA di Tuban. foto: Gunawan/ BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bagi siswa kelas XII SMA sederajat, momen kelulusan menjadi hal paling dinanti setelah menjalani ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Salah satu momen yang dinanti para pelajar adalah meluapkan kegembiraannya dengan aksi corat-coret seragam dan konvoi.

Begitu pula pada kelulusan tahun ini. Di Tuban, siswa-siswi dari beberapa sekolah di Kabupaten Tuban tampak berkumpul di sejumlah titik untuk corat-coret seragam, yang dilanjutkan dengan konvoi.

Aksi para siswa itu pun tidak luput dari pengawasan pihak kepolisian. Petugas mengantisipasi aksi siswa dengan menyisir setiap tempat yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya siswa yang akan melakukan konvoi.

Dari pantauan BANGSAONLINE.com, beberapa kali petugas membubarkan gerombolan pelajar yang akan melakukan konvoi lengkap dengan baju yang telah dicorat-coret berbagai tulisan.

Sementara Kepala Sekolah SMK Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban Bambang Kusdiyanto mengakui ada sejumlah siswanya yang turut merayakan kelulusan dengan coret-coret dan konvoi. Ia mengaku telah mengimbau siswa-siswinya untuk tidak melakukan konvoi saat kelulusan.

"Namun bila tidak diindahkan, pihak sekolah tidak bertanggungjawab atas perbuatan para siswa yang dilakukan di luar sekolah. Bila ada siswa yang melakukan konvoi kami serahkan kepada pihak berwajib," ungkap Bambang kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (3/5).

Kasat Binmas Polres Tuban AKP Mardiyah mengaku telah menerjunkan 30 petugas untuk menyisir tempat-tempat nongkrong para siswa. "Petugas kami tugaskan memberi arahan kepada siswa supaya tidak melakukan konvoi karena tidak berguna. Kami juga akan menindak tegas dengan penilangan jika mereka melanggar lalu lintas ," ujarnya.

Meski begitu, tidak semua pelajar melakukan konvoi, salah satunya adalah Sari Mei Ambarsari (16), pelajar SMK TJP. "Alhamdulillah lulus, saya tidak ikut konvoi. Ke sini cuma mau bayar administrasi karena kemarin masih kurang," ucap dara asal Desa Pongpongan tersebut. (gun/rd)

Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Rabu, 16 Januari 2019 09:58 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*17 JANUARI 2019 diagendakan pagelaran akbar berdemokrasi yang konon dinanti banyak orang. Konon saja mengingat situasinya sudah dipahami oleh khalayak mengenai materi yang diperbincangkan, bukan yang diperdebatkan. Inilah pe...
Minggu, 13 Januari 2019 15:55 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 18-19man kaana yuriidu al’aajilata ‘ajjalnaa lahu fiihaa maa nasyaau liman nuriidu tsumma ja’alnaa lahu jahannama yashlaahaa madzmuuman madhuuraan (18).Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (d...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...