Minggu, 19 Agustus 2018 10:50

Konvoi dan Corat-coret Masih Jadi Tradisi Kelulusan di Tuban

Kamis, 03 Mei 2018 14:25 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Konvoi dan Corat-coret Masih Jadi Tradisi Kelulusan di Tuban
Aksi corat coret masih mewarnai kelulusan SMA di Tuban. foto: Gunawan/ BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bagi siswa kelas XII SMA sederajat, momen kelulusan menjadi hal paling dinanti setelah menjalani ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Salah satu momen yang dinanti para pelajar adalah meluapkan kegembiraannya dengan aksi corat-coret seragam dan konvoi.

Begitu pula pada kelulusan tahun ini. Di Tuban, siswa-siswi dari beberapa sekolah di Kabupaten Tuban tampak berkumpul di sejumlah titik untuk corat-coret seragam, yang dilanjutkan dengan konvoi.

Aksi para siswa itu pun tidak luput dari pengawasan pihak kepolisian. Petugas mengantisipasi aksi siswa dengan menyisir setiap tempat yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya siswa yang akan melakukan konvoi.

Dari pantauan BANGSAONLINE.com, beberapa kali petugas membubarkan gerombolan pelajar yang akan melakukan konvoi lengkap dengan baju yang telah dicorat-coret berbagai tulisan.

Sementara Kepala Sekolah SMK Taruna Jaya Prawira (TJP) Tuban Bambang Kusdiyanto mengakui ada sejumlah siswanya yang turut merayakan kelulusan dengan coret-coret dan konvoi. Ia mengaku telah mengimbau siswa-siswinya untuk tidak melakukan konvoi saat kelulusan.

"Namun bila tidak diindahkan, pihak sekolah tidak bertanggungjawab atas perbuatan para siswa yang dilakukan di luar sekolah. Bila ada siswa yang melakukan konvoi kami serahkan kepada pihak berwajib," ungkap Bambang kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (3/5).

Kasat Binmas Polres Tuban AKP Mardiyah mengaku telah menerjunkan 30 petugas untuk menyisir tempat-tempat nongkrong para siswa. "Petugas kami tugaskan memberi arahan kepada siswa supaya tidak melakukan konvoi karena tidak berguna. Kami juga akan menindak tegas dengan penilangan jika mereka melanggar lalu lintas ," ujarnya.

Meski begitu, tidak semua pelajar melakukan konvoi, salah satunya adalah Sari Mei Ambarsari (16), pelajar SMK TJP. "Alhamdulillah lulus, saya tidak ikut konvoi. Ke sini cuma mau bayar administrasi karena kemarin masih kurang," ucap dara asal Desa Pongpongan tersebut. (gun/rd)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...