Haris Sofwanul Faqih, Koordinator Forum Aktivis Milenial Jawa Timur meminta kepada partai pendukung dan relawan paslon gubernur/wakil gubernur untuk bersikap santun dengan tidak menyebarkan berita hoax. foto: ist
"Ini berarti, ada tujuan besar dari diciptakannya isu yang mengada-ada itu untuk melakukan politik yang kurang bermartabat dan kotor,” tudingnya.
Bogel berharap pilgub Jatim ini tidak ada satupun yang menciptakan kegaduhan politik dengan tujuan agar masyarakat semakin tidak bisa membaca arah situasi politiknya ke mana. Apalagi dilakukan dengan tujuan sangat tidak mendidik dan terkesan mendzolimi paslon.
“Apalagi menggunakan sarana yang itu bohong dan hoax, ini kan tidak mendidik, sebaiknya dihentikan dan minta maaf,” ucapnya.
Bogel juga mengaku, bila dirinya banyak berkawan dengan para relawan pendamping PKH. Sepanjang yang ia tahu, semuanya berjalan masih sesuai SOP (Standar operasional prosedur), dan tidak mengarah ke politik praktis untuk kepentingan pilgub.
Masyarakat sendiri sangat merasakan manfaatnya dari PKH itu. Di beberapa pelosok desa, program itu tetap berjalan terus menerus karena dapat mengurangi beban masyarakat miskin yang saat ini sedang dihimpit oleh naiknya harga kebutuhan pokok.
“Makanya saya tidak percaya ada bantuan PKH diselipi stiker paslon Khofifah-Emil, karena saya tahu sendiri teman-teman anggota PKH itu sangat jujur dalam bekerja, apalagi dalam menyalurkan program pemerintah yang sangat bermanfaat untuk rakyat kecil tersebut” pungkasnya. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




