Pasangan Gus Ipul ini kemudian menjelaskan lagi dan menyebutkan desa yang ada bayi stunting-nya. Di Trenggalek memang terdapat sepuluh desa basis bayi gagal tumbuh yang jumlahnya 24-25 persen dari total balita alias di atas batas toleransi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Namun lagi-lagi saat ditanya angka stunting di Jawa Timur, Puti tak bisa menjawab. "Mbak angka stunting di Trenggalek itu masih lebih baik dari Jawa Timur," kata Emil sambil memaparkan data.
Belum usai menjelaskan soal kondisi stunting itu, Emil kembali memotong pembicaraan Puti yang sudah beberapa kali berkunjung ke Trenggalek.
"Bayinya gizi buruk nggak?" ujar Emil.
“Mas Emil, stunting terkait lingkungan. Di Trenggalek itu, ada desa yang MCK tidak ada...," kata Puti yang penjelasannya dipotong Emil lagi.
Host debat Alfito Dennova Gintings dan Anisa Dasuki sampai harus mendatangi untuk menengahi debat kedua cawagub itu.
Dalam debat itu, cawagub pasangan Khofifah Indar Parawansa mendapat pujian dari netizen. Emil dianggap sebagai sosok yang mewakili generasi muda (kaum milenial) dan menguasai materi.
Namun, menurut pendapat pribadi Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang dalam wawancara analisis media sosial di salah satu televisi swasta, perdebatan itu membuat respons netizen ke Emil menjadi negatif.
“Petanya berubah. Paslon satu ada warna ungu (kecewa), ada warna biru (kaget), ada warna merah. Itu adalah emosi netizen yang agak marah dengan perdebatan ini,” ujar. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




