Sementara dalam sambutannya, Menkopolhukam Wiranto memberikan arahan tentang pentingnya mengingat jasa para pahlawan bangsa. "Bangsa yang besar dapat menghormati para pahlawan, sebab para pahlawan telah melahirkan tokoh bangsa," ungkapnya.
"Dulu, RI pertama, Bung Karno ditiup ubunnya oleh Syakhona Kholil. Semangat perjuangan sudah merasuk ke pimpinan nasional waktu itu. Kalau hari ini tidak bisa menyerap, malulah kita," imbuhnya.
Selanjutnya Wiranto memberikan wejangan tentang ukhuwah sebagai kunci kedaulatan yang tercipta melalui 4 hal. Pertama, ilmu ulama dipakai. Kedua, dermawan para pengusaha. Ketiga doa' kaum dhuafa. Keempat, menyerap ilmu ulama agar masuk umara.
"Kita harus dekat dengan ulama, kita dengarkan nasehat ulama, serap nilai, kemudian keliling mendengarkan rakyat. Baru muncul kebijakan-kebijakan yang arif dan pro rakyat. Hal ini yang saat ini terus-nenerus dilakukan oleh bapak Presiden Jokowi. Beliau blusukan ke mana-mana untuk menyerap aspurasi rakyat. Dalam bidang ekonomi syariah misalnya, kita memiliki Bank Syariah dengan total aset 366 trilun pada tahun 2016, kemudian menjadi 435 triliun pada tahun 2018. Program lain adalah Pembukaan Bank Wakaf Mikro yang menyalurkan KUR kepada masyarakat," urainya.
"Saat ini di bawah pemerintahan Jokowi, memang fokus kepada pembangunan infrastuktur, menerobos wilayah yang terpencil. Hal ini dilakukan karena Indonesia luas sekali, ada daerah yang belum menikmati seperti kita di daerah Jawa. Program pembangunan jalan tol dan pelabuhan merupakan proses pemarataan pembangunan di Indonesia, sehingga tidak menimbulkan kesenjangan sosial," jlentrehnya.
Wiranto juga menceritakan kunjungan Presiden Jokowi ke Afganistan. Di sana hanya terdapat 7 suku, tetapi dipenuhi konflik. Sementara Indonesia yang memiliki 1.711, namun suku bisa hidup berdampingan secara damai. Kondisi inilah yang membuat Afganistan tertarik dan berminat untuk menyerap banyak tentang kerukunan berbangsa di Indonesia. (bkl1/bkl2/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




