Rabu, 26 Februari 2020 04:38

52 Warga Madyopuro Tolak Uang Konsinyasi Pembebasan Tol Malang-Pandaan

Rabu, 07 Maret 2018 15:52 WIB
Wartawan: Iwan Iriawan
52 Warga Madyopuro Tolak Uang Konsinyasi Pembebasan Tol Malang-Pandaan
Suasana sidang gugatan di PN Malang oleh warga Madyopuro terhadap pemerintah, soal pembebasan lahan tol Malang-Pandaan.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Warga Madyopuro menolak sekaligus menggugat pemerintah karena konsinyasi yang diberikan dianggap tak sesuai dengan harga tanah di sekitarnya. "Ketetapan harga itu terlalu jauh murahnya," jelas Sumardhan, kuasa hukum 52 warga Madyopuro.

Sidang gugatan kesekian kalinya kembali digelar di PN Malang, Rabu (07/03). Dalam sidang tersebut, 52 orang warga Madyopuro kembali menolak uang konsinyasi yang dititipkan di Pengadilan Negeri (PN) Malang.

Sumardhan menjelaskan kenapa pemerintah perlu digugat dan menolak uang konsinyasi itu. Sebabnya, pemerintah dalam menentukan harga per meternya sesuai zona kurang bisa mengakomodir, di antaranya zona satu (dekat jalan raya) hanya dihargai Rp 3,9 juta, zona dua Rp 1,7 juta dan zona tiga lebih rendah lagi.

Semestinya, kata Mardhan, mengacu pada harga tanah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, harganya Rp 6 juta per meter persegi. "Selain mengajukan gugatan, kami bersama warga Madyopuro sudah melaporkan ke Komnas HAM plus Presiden RI Jokowi. Disebabkan, pemerintah tidak peka dengan permohonan warga," ucap Mardhan.

Karena itu, Mardhan berharap gugatan dikabulkan PN. Sesuai jadwalnya yakni Rabu (07/03), ada 9 berkas dari 52 berkas yang disidangkan. 43 berkas lainnya, akan diproses pada sidang berikutnya. "Sehingga tanggal 14 Maret 2018 seluruh berkas terkait sidang penyerahan uang konsinyasi itu tuntas semua," ungkap Mardhan.

Dalam persidangan, hakim Wedhayati menghadadirkan empat perwakilan dari Pemkot Malang, mereka merupakan pemohon penyelesaian penyerahan uang konsinyasi terhadap 52 warga terdampak tol Mapan. (iwa/thu/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...