Selasa, 15 Oktober 2019 19:31

52 Warga Madyopuro Tolak Uang Konsinyasi Pembebasan Tol Malang-Pandaan

Rabu, 07 Maret 2018 15:52 WIB
Wartawan: Iwan Iriawan
52 Warga Madyopuro Tolak Uang Konsinyasi Pembebasan Tol Malang-Pandaan
Suasana sidang gugatan di PN Malang oleh warga Madyopuro terhadap pemerintah, soal pembebasan lahan tol Malang-Pandaan.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Warga Madyopuro menolak sekaligus menggugat pemerintah karena konsinyasi yang diberikan dianggap tak sesuai dengan harga tanah di sekitarnya. "Ketetapan harga itu terlalu jauh murahnya," jelas Sumardhan, kuasa hukum 52 warga Madyopuro.

Sidang gugatan kesekian kalinya kembali digelar di PN Malang, Rabu (07/03). Dalam sidang tersebut, 52 orang warga Madyopuro kembali menolak uang konsinyasi yang dititipkan di Pengadilan Negeri (PN) Malang.

Sumardhan menjelaskan kenapa pemerintah perlu digugat dan menolak uang konsinyasi itu. Sebabnya, pemerintah dalam menentukan harga per meternya sesuai zona kurang bisa mengakomodir, di antaranya zona satu (dekat jalan raya) hanya dihargai Rp 3,9 juta, zona dua Rp 1,7 juta dan zona tiga lebih rendah lagi.

Semestinya, kata Mardhan, mengacu pada harga tanah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, harganya Rp 6 juta per meter persegi. "Selain mengajukan gugatan, kami bersama warga Madyopuro sudah melaporkan ke Komnas HAM plus Presiden RI Jokowi. Disebabkan, pemerintah tidak peka dengan permohonan warga," ucap Mardhan.

Karena itu, Mardhan berharap gugatan dikabulkan PN. Sesuai jadwalnya yakni Rabu (07/03), ada 9 berkas dari 52 berkas yang disidangkan. 43 berkas lainnya, akan diproses pada sidang berikutnya. "Sehingga tanggal 14 Maret 2018 seluruh berkas terkait sidang penyerahan uang konsinyasi itu tuntas semua," ungkap Mardhan.

Dalam persidangan, hakim Wedhayati menghadadirkan empat perwakilan dari Pemkot Malang, mereka merupakan pemohon penyelesaian penyerahan uang konsinyasi terhadap 52 warga terdampak tol Mapan. (iwa/thu/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...