Sabtu, 22 September 2018 22:52

Atasi Kebutuhan Air Saat Kemarau, BI Resmikan Waduk Mini di Kediri

Minggu, 25 Februari 2018 19:47 WIB
Wartawan: Arif Kurniawan
Atasi Kebutuhan Air Saat Kemarau, BI Resmikan Waduk Mini di Kediri
Waduk mini yang berada di Desa Kebonrejo Kecamatan Kepung, diharapkan bisa membantu petani cabai dimusim kemarau. Foto: Arif Kurniawan/BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Untuk mengatasi kebutuhan air tanaman cabai di musim kemarau, Bank Indonesia (BI) meresmikan waduk mini di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, Minggu (25/2).

Peresmian waduk dilakukan langsung oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi dan menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa Waduk Mini (Embung) berukuran 6.000 meter persegi dengan kedalaman 3,5 meter, di Desa Kebonrejo, Kecamatan Kepung, kepada Pemerintah Kabupaten Kediri.

Pembangunan embung tersebut merupakan bentuk kepedulian BI yang ditujukan untuk membantu mengatasi permasalahan ketersediaan air bagi para petani saat memasuki awal tanam di musim kemarau. Sehingga dapat menekan biaya produksi budidaya cabai, mendorong ketersediaan produksi, meningkatkan stock cabai, dan pada gilirannya dapat mengurangi gejolak harga cabai di pasaran lokal dan nasional. Luas lahan yang akan terbantu minimal seluas 50 hektare.

Pembangunan embung dimulai pada tanggal 4 November 2013 dan diselesaikan pada tanggal 30 Januari 2014. Namun demikian pada bulan Februari 2014, terjadi letusan besar Gunung Kelud sehingga embung mengalami kerusakan dan belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pada tanggal 15 September 2017 perbaikan embung dilakukan dan dapat diselesaikan pada 31 Januari 2018. Perbaikan ditekankan pada mekanisme input air yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat menangkap air hujan lebih banyak dengan jangka waktu yang relatif lebih pendek dengan tingkat sedimentasi yang rendah. Selain itu juga dilakukan penguatan struktur embung sesuai dengan spesifikasi teknis yang lebih baik.

Keberadaan embung yang cukup cantik tersebut mendapatkan respon positif dari masyarakat dan kelompok tani. Ada rasa memiliki dan ide-ide inovatif pun muncul. Ide inovatif tersebut antara lain, pembuatan standard operating procedure (SOP) manajemen pemanfaatan air secara profesional, pengembangan pariwisata tematik, menjadikan desa edukasi budidaya cabai dan pengembangan komoditas unggulan lain seperti durian.

"Harapan kami ke depan, kiranya embung dapat dikelola dengan baik, profesional, guyup, dan berorientasi jangka panjang sehingga dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," harapnya. (rif/ian)

Suparto Wijoyo
Senin, 17 September 2018 22:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEMOKRASI sejak mulanya adalah kerumunan yang meneguhkan kekuatan tanda kuasa sedang digumpalkan. Rakyat terlibat langsung untuk mengatur penyelenggaraan negara kota (polis) yang skala kepentingan maupun wilayahnya tidak seleba...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 22 September 2018 10:49 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Minggu, 16 September 2018 18:57 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata susur sungai sekarang sudah ada di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Destinasi wisata susur sungai bernama Wisata Tubing ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda...