Senin, 21 Mei 2018 14:06

Jadi Daya Tarik Wisata, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Kalilo

Sabtu, 10 Februari 2018 02:18 WIB
Wartawan: Ganda Siswanto
Jadi Daya Tarik Wisata, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Kalilo
Masyarakat dan Bupati Anas saat mengarak tempe mongkleng dan tahu buto keliling kawasan Kelurahan Pengatigan.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Festival Kalilo 2018 yang sudah masuk agenda festival banyuwangi merupakan sebuah festival kuliner yang menyuguhkan branding tempe mongkleng dan tahu buto. Festival yang diadakan di pusat pembuatan tempe dan tahu mulai tahun 1960 sampai sekarang, diadakan selama enam hari oleh Kelurahan Pengatigan yang dibuka Jumat (9/2).

Dalam kesempatan ini, Bupati Abdullah Azwar Anas bersama tamu undangan dan masyarakat diajak untuk mengarak 5 tempe mongkleng dengan panjang 5 meter dengan diameter 15 cm dan tahu buto raksasa mengelilingi kawasan Kelurahan Pengatigan.

"Sehabis di arak tempe ini digoreng secara masal dan bisa dinikmati siapapun yang datang dalam festival ini. Selain bisa menikmati tempe dan tahu goreng gratis, masyarakat juga bisa langsung mengunjungi dan melihat stand pameran yang menyajikan beragam produk-produk olahan tempe tahu," kata Nanang Lukman, panitia festival.

Bupati Anas mengatakan Festival ini merupakan komitmen pemerintah bersama masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah setiap potensi daerah. Pengusaha tempe dan tahu dalam festival ini digerakkan untuk merubah branding penjulannya tidak hanya menjual tempe tahu biasa saja.

"Yang saya lihat di stand pameran banyak perubahan,Tempe tahu sudah di olah menjadi berbagai varian olahan kuliner seperti seperti kripik tempe, kerupuk tahu, Brownies tahu, Peyek tempe, Tempe mendoan, Stik tempe, Cookies tempe, Surabi tahu, Sate tempe, Pepes tahu, Burger tempe dan beragam kuliner kedelai lainnya," ucapnya.

Selain itu, yang ia kagumi tempat usaha tempe dan tahu bersih sekali. Uniknya pengujung yang datang di festival ini juga bisa melihat dan diajak pratek langsung membuat tahu tempe.

"Kegiatan masyarakat seperti ini yang menjadi ciri khas festival Banyuwangi. Festival seperti ini yang bisa membawa daya tarik wisatawan untuk datang ke Banyuwangi," terang Anas. (gda/ian)

Kamis, 17 Mei 2018 15:54 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*AHAD pagi itu, 13 Mei 2018, saya bergumul dalam cengkerama keluarga usai menjalankan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Ar-Rahman, Western Regency, Surabaya, yang semalamnya (Sabtu, 12 Mei 2018) diresmikan. Sambil menikmati d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...