Minggu, 18 Februari 2018 15:23

Jadi Daya Tarik Wisata, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Kalilo

Sabtu, 10 Februari 2018 02:18 WIB
Wartawan: Ganda Siswanto
Jadi Daya Tarik Wisata, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Kalilo
Masyarakat dan Bupati Anas saat mengarak tempe mongkleng dan tahu buto keliling kawasan Kelurahan Pengatigan.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Festival Kalilo 2018 yang sudah masuk agenda festival banyuwangi merupakan sebuah festival kuliner yang menyuguhkan branding tempe mongkleng dan tahu buto. Festival yang diadakan di pusat pembuatan tempe dan tahu mulai tahun 1960 sampai sekarang, diadakan selama enam hari oleh Kelurahan Pengatigan yang dibuka Jumat (9/2).

Dalam kesempatan ini, Bupati Abdullah Azwar Anas bersama tamu undangan dan masyarakat diajak untuk mengarak 5 tempe mongkleng dengan panjang 5 meter dengan diameter 15 cm dan tahu buto raksasa mengelilingi kawasan Kelurahan Pengatigan.

"Sehabis di arak tempe ini digoreng secara masal dan bisa dinikmati siapapun yang datang dalam festival ini. Selain bisa menikmati tempe dan tahu goreng gratis, masyarakat juga bisa langsung mengunjungi dan melihat stand pameran yang menyajikan beragam produk-produk olahan tempe tahu," kata Nanang Lukman, panitia festival.

Bupati Anas mengatakan Festival ini merupakan komitmen pemerintah bersama masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah setiap potensi daerah. Pengusaha tempe dan tahu dalam festival ini digerakkan untuk merubah branding penjulannya tidak hanya menjual tempe tahu biasa saja.

"Yang saya lihat di stand pameran banyak perubahan,Tempe tahu sudah di olah menjadi berbagai varian olahan kuliner seperti seperti kripik tempe, kerupuk tahu, Brownies tahu, Peyek tempe, Tempe mendoan, Stik tempe, Cookies tempe, Surabi tahu, Sate tempe, Pepes tahu, Burger tempe dan beragam kuliner kedelai lainnya," ucapnya.

Selain itu, yang ia kagumi tempat usaha tempe dan tahu bersih sekali. Uniknya pengujung yang datang di festival ini juga bisa melihat dan diajak pratek langsung membuat tahu tempe.

"Kegiatan masyarakat seperti ini yang menjadi ciri khas festival Banyuwangi. Festival seperti ini yang bisa membawa daya tarik wisatawan untuk datang ke Banyuwangi," terang Anas. (gda/ian)

Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 14 Februari 2018 15:29 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*PILGUB Jatim “airnya kini berombak” sepertahutan kabar yang beredar: PWNU dinilai akrobat dengan tidak “menerima permohonan silaturahmi” Khofifah Indar Parawansa. Sikap telah diambil dan pilihan sudah ditentukan Ketua PWN...
Sabtu, 17 Februari 2018 22:42 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1).Baik ayat ya...
Sabtu, 17 Februari 2018 11:26 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Jumat, 16 Februari 2018 22:50 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com – Setelah Stormy Daniels membuka sejarah selingkuhannya dengan Presiden Donlad Trump, kini giliran model Play Boy Karen McDougal membuka kasus serupa.Dia mengaku berselingkuh dengan Trump selama 9 bulan. Hal ini diungkapk...