Korban saat di kamar jenazah.
Fatahul mengatakan, kejadian itu murni bunuh diri. Ketika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menemukan botol plastik bekas. Bau bahan bakar menyeruak dari dalam botol itu. “Barang bukti kami amankan,” ucap polisi dengan satu melati di pundak tersebut.
Berdasarkan informasi, korban sudah menunjukkan gelagat mencurigakan sebelum melancarkan aksi nekatnya. Suyanto diketahui sempat pamit ke tetangga tempat tinggalnya sekitar pukul 16.00 WIB. Dia pamit pergi, tetapi tidak menyebutkan tujuannya.
Nah, tiga jam kemudian dia berpesan kepada bapaknya. Suyanto meminta orang rumah yang ingin buang hajat tidak menggunakan kamar mandi di belakang rumah. Dalihnya sedang rusak. Dia menyarankan agar memakai kamar mandi area di depan rumah.
Fatahul menduga permintaan itu bertujuan untuk memuluskan aksi bunuh diri. Sebab, keluarga tidak akan menyadari keberadaannya di belakang rumah. “Dugaannya nekat bunuh diri karena masalah ekonomi,” terangnya.
Hampir dua tahun terakhir korban menjadi pendiam. Suyanto stres karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia dan istrinya kerap uring-uringan. Niatnya menjual rumah untuk menutupi kebutuhan sehari-hari juga tidak terlaksana. Sebab, tidak ada pembeli yang mau menebus harga jualnya. “Belum punya anak, tinggal bersama orang tua dan istrinya,” paparnya.
Suyanto juga diketahui pernah berusaha mengakhiri hidupnya sekitar satu tahun lalu. Waktu itu dia memilih menenggak cairan pembunuh serangga. Namun, nyawanya kala itu masih bisa diselamatkan. “Jadi, sebelumnya sudah punya riwayat mau bunuh diri,” pungkasnya. (cat/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




