Senin, 30 Maret 2020 11:46

Rawan Praktek KKN, Pembangunan RSUD Srengat Dikonsultasikan ke KPK dan LKPP

Rabu, 31 Januari 2018 13:20 WIB
Wartawan: Akina Nur Alana
Rawan Praktek KKN, Pembangunan RSUD Srengat Dikonsultasikan ke KPK dan LKPP
Maket RSUD Srengat yang akan segera dibangun Pemkab Blitar. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Blitar melakukan sejumlah langkah untuk memuluskan proses pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat Kabupaten Blitar. Salah satunya adalah melakukan konsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Kuspardani mengatakan jika pihaknya tidak menutup mata apabila selama ini pembangunan infrastruktur menjadi obyek paling rawan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sehingga menurutnya perlu diambil langkah untuk konsultasi dengan KPK maupun LKPP sebelum pembangunan dimulai.

"Ini merupakan salah satu proyek yang cukup besar tahun ini sehingga memang memerlukan kehati-hatian dalam mengambil langkah agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan di kemudian hari," papar Kuspardani kepada wartawan, Rabu (31/1).

Pembangunan RSUD Srengat sendiri sudah pasti direalisasikan tahun ini. Pemkab Blitar menggelontorkan anggaran sebesar Rp 180 miliar dari APBD. Pelaksanaan pembangunan RSUD Srengat dilaksanakan secara multi years selama dua tahun. Pembagian anggaran sebesar Rp 180 miliar dengan rincian tahun 2018 sebesar Rp 90 miliar dan 2019 sebesar Rp 90 miliar.

"Tahun pertama pembangunan sedangkan tahun kedua penataan alat kesehatan serta penataan personil," tutur Kuspardani.

Pembangunan RSUD Srengat ini adalah upaya memberikan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Blitar. Terlebih sebelumnya masyarakat Kabupaten Blitar bagian barat memang menuntut agar Pemkab membangun sarana kesehatan di sana. Mengingat warga Kabupaten Blitar di bagian barat keberatan jika harus menempuh jarak sejauh 50 kilometer untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Wlingi.

"Saya masih ingat beberapa tahun lalu, warga bagian Kecamatan Srengat ke barat sempat melakukan aksi unjuk rasa agar Pemkab membangun fasilitas kesehatan di sana. Karena bisa dibayangkan jika mereka harus menempuh jarak jauh ke RSUD Wlingi. Untuk itu kita bertekad membangun RSUD Srengat untuk pemerataan pelayanan kesehatan," pungkasnya.

Selain melakukan konsultasi dengan KPK dan LKPP, Pemkab Blitar juga menyosialisasikan pembangunan RSUD Srengat ke masyarakat, LSM, Ormas, dan penegak hukum. (blt1/tri/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...