Langkah ini, lanjut Khofifah, menjadi cara efektif dalam menjaring pokok-pokok pikiran yang belum terekam. Warga, kata dia, bisa memberikan masukan, saran, unek-unek lewat rumah aspirasi tersebut, baik secata digital maupun secara langsung datang ke rumah aspirasi warga Jatim.
Khofifah menerangkan, format agenda kerja rumah aspirasi akan dikordinasikan oleh relawan sesuai dengan isu strategis tertentu. Misalnya relawan ASPEK Madura akan diskusi dengan narasumber terkait garam, sedulur rikho akan diskusi terkait lingkungan hidup, Kyai-Santri akan diskusi terkait madrasah diniyah dan seterusnya. Saat ini tercatat 38 relawan yang memiliki varian profesi dan kewilayahan.
Khofifah berharap, dengan adanya rumah aspirasi bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan bisa lebih banyak mendapat masukan dan menyerap aspirasi warga. Selanjutnya tim kerja pemenangan akan membuat format untuk dimasukkan dalam draft rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
"Ini untuk kemajuan kita bersama. Kami ingin mendapat lebih banyak masukan dan saran dari seluruh warga Jawa Timur, di manapun mereka berada. Kontribusi sekecil apapun sangat berguna," imbuhnya.
Sementara itu, Emil mengatakan nantinya aspirasi, saran, dan ide yang masuk melalui Rumah Aspirasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan di Jawa Timur.
"Kami ingin membangun Jawa Timur dengan hati dan dedikasi yang tinggi bersama partisipasi yang terus kami bangun sinergi. Bagaimanapun kebijakan harus dirumuskan sesuai keinginan masyarakat banyak, bukan kehendak segelintir orang saja," tambahnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




