Minggu, 21 Oktober 2018 12:00

Banyak yang Mundur Karena Menjadi Pendamping PKH, KPU Tuban PAW Puluhan PPK-PPS

Rabu, 13 Desember 2017 18:32 WIB
Wartawan: Gunawan Wihandono
Banyak yang Mundur Karena Menjadi Pendamping PKH, KPU Tuban PAW Puluhan PPK-PPS
Pelantikan PPK dan PPS gelombang kedua.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tuban kembali melantik sejumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kantor KPUD setempat, Jalan Pramuka, Kabupaten Tuban, Rabu (13/12).

Pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut dilakukan lantaran banyaknya anggota PPK maupun PPS yang mengundurkan diri akibat beberapa hal. Selain itu, karena sebagian lainnya tidak mengikuti pelantikan yang telah dilakukan KPU sebelumnya. Sehingga untuk mengisi kekosongan tersebut, pihak KPUD terpaksa melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Total yang dilantik hari ini sebanyak 33 orang. Dengan rincian 12 orang tidak hadir saat pelantikan pertama, dan 21 orang PPK dan PPS hasil PAW. Mereka yang hasil PAW yakni 2 anggota PPK dari Semanding dan Grabagan, serta 19 orang anggota PPS,” jelas Ketua KPUD Tuban Kasmuri.

Kasmuri tidak merinci alasan pengunduran diri para anggota PPK dan PPS tersebut. Namun, sebagian besar karena diterima menjadi Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI).

"Sebelum menetukan sikap, KPU telah melakukan konfirmasi sebelumnya kepada yang bersangkutan. Karena lebih memilih untuk menjadi pendamping PKH, sehingga dilakukan PAW. Ada juga yang karena meninggal dunia, dan terindikasi dengan partai politik (Parpol)," tambahnya.

Ia mengaku saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat bilamana ke depan masih terdapat anggota PPK dan PPS yang menjadi pendamping PKH. Selain itu, ia mengimbau bagi anggota PPK dan PPS yang telah dilantik untuk segera melakukan improvisasi seperti yang telah dilakukan anggota lainnya.

“Tetap menjaga integritas, netralitas, dan profesionalitas dan menjaga marwah KPU sebagai penyelenggara pemilu,” tutupnya. (gun/rev)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...