Minggu, 19 Agustus 2018 10:52

Bocah 11 Tahun di Tuban Meninggal Akibat Penyakit Difteri

Kamis, 07 Desember 2017 18:18 WIB
Wartawan: Gunawan Wihandono
Bocah 11 Tahun di Tuban Meninggal Akibat Penyakit Difteri

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Beberapa hari terakhir ini publik dihebohkan dengan wabah Difteri. Di Tuban, penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Corynebacterium Diphtheria ini sudah merenggut nyawa satu bocah umur 11 tahun. Begitu pula di daerah-daerah lain, khususnya di Jawa Timur

Bahkan Kementerian Kesehatan telah resmi menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atas mewabahnya penyakit difteri tahun ini. Berdasarkan data dari Kemenkes, difteri terparah menyerang Jawa Timur dan Jabodetabek.

Menyikapi hal ini, Plt Kepala Dinkes Kabupaten Tuban, Enda Nurul Komarijati mengimbau masyarakat, khususnya yang mempunyai balita, agar waspada.

"Difteri itu mudah sekali menular. Gejalanya radang saluran nafas, ada selaput putih dan gampang berdarah, dan toksinnya itu yang bahaya, bikin kelainan jantung, dan meninggal," katanya kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (7/12).

Pihaknya mencatat di Kabupaten Tuban terdapat sebanyak 12 balita yang dicurigai terinfeksi bakteri tersebut. Namun setelah diperiksa, hanya 2 balita yang positif terkena virus Difteri tersebut.

"Satu telah sembuh dan satu lagi meninggal dunia, keduanya berasal dari Kecamatan Grabagan," ungkapnya.

Enda menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan program imunisasi untuk virus difteri dan telah dijadikan imunisasi wajib yang harus diterima semua balita.

"Namun ada orang tua yang tidak membawa balitanya untuk diimunisasi. Dia telat periksa. Kami sudah berusaha untuk merujuk ke RSUD, namun nyawanya tak dapat ditolong lagi dan akhirnya meninggal," ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat memastikan balitanya memperoleh imunisasi lengkap, termasuk imunisasi difteri tersebut. "Imunisasi bisa diperoleh di Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya," pungkasnya. (gun/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...