Rabu, 23 Mei 2018 10:13

Diremehkan Suster RSUD Trenggalek, Orang Tua Calon Pasien Jantung Berang

Senin, 04 Desember 2017 23:24 WIB
Wartawan: Herman Subagyo
Diremehkan Suster RSUD Trenggalek, Orang Tua Calon Pasien Jantung Berang
RSUD Trenggalek. Foto: HERMAN SUBAGYO/BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Lagi-lagi layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Trenggalek dikeluhkan oleh pasien. Kali ini orang tua pasien bayi yang bernama Sony, warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu mengeluhkan sikap dan ucapan dari salah satu perawat RSUD yang menyinggung perasaannya.

Berikut kronologinya seperti yang diceritakan oleh Sony. Pagi itu Sony membawa anak balitanya ke RSUD Trenggalek untuk mendapat perawatan. Sekitar pukul 06.00 WIB Sony mengaku sudah antre di bagian PAT dan diberitahu untuk menunggu kedatangan dokter hingga pukul 08.00 WIB.

Ternyata setelah pukul 08.00 WIB dokter tidak kunjung datang bahkan ketika ditunggu oleh Sony hingga pukul 11.30 WIB, sang dokter belum juga menampakkan batang hidungnya. 

Pasca penantian tersebut, petugas lantas memanggil Sony untuk mendapatkan perawatan. Alhasil ketika Sony membawa anaknya masuk ke ruangan, ternyata dokter juga tidak ada di tempat.

Sony lantas berusaha bertanya pada salah satu perawat kenapa dokter tidak ada di ruangan. Kemudian perawat menjawab bahwa dokter barusan pindah ruangan baru.

Sony lantas bertanya lagi pada perawat terkait jam kedatangan dokter. Namun, perawat kemudian menjawab pertanyaan Sony dengan kalimat yang menurut Sony menyinggung perasaannya.

"Anda itu jangan menyalahkan dokter, nanti dokternya marah, anda itu masih butuh. Ini dokter spesialis jantung, satu-satunya di kabupaten Trenggalek," kata Sony menirukan ucapan perawat RSUD Trenggalek (4/12).

Yang paling membuat Sony tersulut amarahnya ketika sang perawat mengatakan bahwa pasien yang sedang ditangani oleh sang dokter spesialis tersebut membayar dengan mahal. "Ini pasien umum bayarnya mahal," ucap Sony meniru sang perawat.

BERITA TERKAIT:

Sementara Direktur Utama RSUD Trenggalek Saeroni melalui akun whatappsnya di grup Trenggalek menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut.

"Maaf atas keterlambatan pemeriksaan di poli jantung karena mendahulukan di rawat inap yang lebih urgent. Sambil menunggu setting alat yg belum pas karena perpindahan poli," tulisnya. (man/ian)

Kamis, 17 Mei 2018 15:54 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*AHAD pagi itu, 13 Mei 2018, saya bergumul dalam cengkerama keluarga usai menjalankan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Ar-Rahman, Western Regency, Surabaya, yang semalamnya (Sabtu, 12 Mei 2018) diresmikan. Sambil menikmati d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...