Minggu, 15 September 2019 21:54

Densus 88 Bekuk Dua Anggota ISIS di Ngawi

Jumat, 08 Agustus 2014 21:27 WIB
Editor: Maulana
 Densus 88 Bekuk Dua Anggota ISIS di Ngawi

NGAWI (BangsaOnline)- Dua orang yang diduga sebagai anggota jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jumat (8/8). Keduanya ditangkap sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka yang dibekuk adalah Kardi dan Guntur, warga Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren.

“Keduanya anak buah Santoso, pemimpin kelompok teroris di Poso (Sulawesi Tengah),” kata Ketua Tim Densus 88 Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar Ibnu Suhendra seperti dikutip Tempo.

Menurut dia, terduga anggota jaringan ISIS yang pertama kali ditangkap adalah Kardi. Saat itu tim memergokinya sedang berjalan kaki di jalanan desa. Tak berselang lama, Guntur yang hendak berjualan pentol dengan mengendarai sepeda motor berhasil diciduk.


“Mereka sempat berontak saat hendak ditangkap,” katanya. Namun perlawanan kedua terduga anggota jaringan ISIS itu mudah dilemahkan tim Densus.Setelah penangkapan itu, Ibnu menuturkan, anggota Tim Densus yang dibantu personel Kepolisian Resor Ngawi menggeledah rumah Kardi dan Guntur. Di kediaman Kardi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pistol Barreta, 21 peluru berkaliber 9 milimeter, dan beberapa buku tentang jihad.

Sedangkan barang bukti yang disita dari rumah Guntur seperti satu bendera ISIS dan alat pembangkit listrik tenaga matahari atau solar cell. “Sollar cell itu akan dikirim kepada Santoso untuk kebutuhan penerangan di hutan,” ujarnya. Menurut Ibnu, Guntur merupakan salah satu penyandang dana Santoso.

Ibnu melanjutkan, terduga anggota jaringan ISIS dan beberapa barang bukti yang disita itu langsung dibawa ke Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolri Jenderal Sutarman membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, Guntur adalah suporter pendanaan teror kelompok pimpinan Santoso dan Daengkoro, pendanaan teror dalam survei giat fai (pengumpulan dana) di Bali, pemilik senjata api jenis pistol yang dibeli dari tersangka yang telah ditangkap sebelumnya berinisial AT.

Sementara Kardi terlibat pembelian senjata api dan pendanaan teror untuk kelompok Santoso juga.

"Barang bukti yang disita satu pucuk senpi pistol Barreta, dua magasen, 21 butir amunisi, bendera ISIS di rumah K," lanjut Sutarman.

Dari barang bukti tersebut diduga mereka pengikut ISIS. "Kedua tersangka merupakan simpatisan pendukung ISIS namun belum berbaiat (bersumpah setia)," tutupnya.

Sumber: tempo, merdeka.com
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...