Senin, 06 April 2020 11:38

​PWNU Riau Dibekukan, Rais Syuriah: Apa Salah PWNU Riau Kok Dibubarkan?

Minggu, 29 Oktober 2017 21:02 WIB
​PWNU Riau Dibekukan, Rais Syuriah: Apa Salah PWNU Riau Kok Dibubarkan?
KH Dr Hajar Hasan, Rais Syuriah PWNU Riau.

PEKANBARU, BANGSAONLINE.com - Pembekuan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Riau oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dipertanyakan oleh Rais Syuriah PWNU Riau KH Dr Hajar Hasan.

“Saya gak tahu kenapa PWNU Riau dibubarkan. Apa salah pengurus PWNU Riau kok dibubarkan,” kata Rais Syuriah PWNU Riau KH Dr Hajar Hasan kepada bangsaonline.com lewat saluran telepon.

Seperti diberitakan bangsaonline.com, PWNU Riau dibekukan lewat Surat Keputusan PBNU bernomor: 191/A.II.04/10/2017 sekaligus penunjukan dan pengesahan caretaker PWNU Provinsi Riau. Surat SK pembekuan ini awalnya beredar di media sosial. Dalam SK itu juga dijelaskan bahwa pengurus PWNU Riau dibubarkan karena sebagian besar PCNU minta PWNU Riau dibekukan.

Surat SK pembekuan itu bertanggal 16 Oktober 2017 ditandatangani Prof Dr KH Ma’ruf Amin (Rois Aam), KH Yahya Cholil Staquf (Katib Aam), Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA (Ketua Umum) dan A Helmy Faishal Zaini (Sekretaris Jenderal). Dalam surat caretaker tersebut disebutkan bahwa H Robikin Emhas, SH, MH ditunjuk sebagai ketua didampingi dua wakil ketua yaitu KH Abdul Manan Ghani dan Dr KH Muhammad Aqil Irham. Sedang untuk sekretaris caretaker ditunjuk Ishfah Abdal Aziz, SH dan T Rusli Ahmad.

Menurut Kiai Hajar Hasan, selama ini PWNU Riau tak pernah melakukan kesalahan. “Kegiatan organisasi jalan, Pak Sujianto juga aktif. Bahkan kalau ada tugas NU, Pak Sujianto pakai uang sendiri (pribadi-red), bukan uang NU,” tutur kiai yang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau itu. Yang dimaksud Pak Sugianto adalah Prof Dr Sujianto Ketua Tanfidziyah PWNU Riau yang baru. Sujianto sehari-harinya adalah Pembantu Rektor Universitas Riau (Unri).

Sujianto sebenarnya baru menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Riau menggantikan Dr Tarmizi Tohor yang mundur karena diangkat sebagai direktur di kementerian agama sehingga ia harus tinggal di Jakarta.

Kiai Hajar Hasan mengaku heran PWNU Riau dibekukan karena pihaknya sekarang sedang menunggu proses turunnya SK kepengurusan Sujianto sebagai ketua Tanfidziah PWNU Riau.

”Saya sudah ke PBNU nemui Pak Said Aqil Siroj dan Sekjen (Helmy Faisal Zaini-red). Saya tanyakan kapan SK (kepengurusan) turun. Katanya masih proses. Tapi ternyata yang turun SK Caretaker,” katanya tak habis pikir.

Yang membuat Kiai Hajar Hasan juga tak habis pikir kenapa PBNU justru memasukkan aktivis partai politik ke dalam jajaran caretaker. ”Rusli Ahmad itu kan orang partai,” katanya.

Ketika ditanya apa benar T Rusli Ahmad aktivis partai, spontan suara Kiai Hajar Hasan agak meninggi. “Dia kan murid saya. Tapi itu sudah biasa. Jangankan murid, anak saja melawan kepada orang tua kalau sudah menyangkut politik,” kata Kiai Hajar Hasan.

Ia menyayangkan sikap PBNU dan Rusli Ahmad yang bermanuver mengambil alih kepengurusan PWNU Riau dengan cara politis. ”Saya sudah berkali-kali bilang, kalau ingin mau ambil kepengurusan bilang baik-baik. Bilang saya mau jadi Rais Syuriah, saya akan berikan,” katanya.

Kiai Hajar Hasan bercerita bahwa dirinya terpilih sebagai Rais Syuriah PWNU Riau pada Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Riau pada 2014.

Menurut dia, saat Konferwil NU dirinya sebenarnya sudah menolak dicalonkan sebagai Rais Syuriah PWNU Riau karena saat itu menjabat Pembantu Rektor UIN Sutan Syarif Kasim Riau. Karena itu ia pulang ke rumahnya saat sebelum acara pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah. ”Tapi saat saya salat witir di rumah ditelepon disuruh kembali (ke arena Konferwil-red) karena terpilih sebagai Rais Syuriah,” ungkapnya.

Kiai Hajar Hasan menduga PWNU Riau dibekukan karena saat Muktamar NU di Jombang mendukung KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) sebagai Ketua Umum Tabfidziyah dan KH Ahmad Hasyim Muzadi (almarhum) sebagai Rais Aam Syuriah PBNU.

Sebelumnya, PBNU juga membekukan PWNU Banten dan PCNU Batam. Baik PWNU Banten maupun PCNU Batam sama-sama mendukung Gus Solah sebagai ketua umum Tanfidziyah dan KH A Hasyim Muzadi sebagai Rais Aam Syuriah PBNU.

Lalu apa langkah Kiai Hajar Hasan untuk menyikapi pembekuan itu? “Saya akan ke PBNU,” katanya. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...