Rabu, 26 Juni 2019 01:54

Ada Destinasi Wisata Zaman Batu Eksotik di Bukit Kapur Pelalangan Arosbaya Bangkalan, Penasaran?

Kamis, 28 September 2017 10:58 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: Disna
Ada Destinasi Wisata Zaman Batu Eksotik di Bukit Kapur Pelalangan Arosbaya Bangkalan, Penasaran?
Satu kata untuk Bukit Kapur Pelalangan: eksotik. foto: Disna/ BANGSAONLINE

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Di Madura, Bukit Kapur Jeddih Bangkalan, memang sudah terkenal, namun, ada satu lagi bukit kapur yang lebih eksotik, yatiu Bukit Kapur Pelalangan Arosbaya Bangkalan.

Bukit dengan tekstur eksotik ini, bukan asli, tapi campur tangan penambang batu kapur. Meninggalkan karya seni berupa bukit, gua, serta lorong yang bercorak pahatan indah.

Bukit bekas pahatan sisa penambangan kapur, justru menghadirkan bentuk unik dan eksotik. Tak hanya bekas pahatan, tekstur bukit kapur yang lebih keras berwarna merah bata ditambah berbagai tumbuhan liar, dan lumut yang menempel di tebing. Bikin seakan di negeri antah berantah.

Destinasi yang masih sebagai penambangan kapur ini, seluas 2 hektare. Da gua dan lorong panjang yang membuat wisatawan terkesan di negeroi dongeng.

Penasaran? Bukit Pelalangan ini terletak di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Untuk menuju lokasi, cukup memarkir motor atau mobil di area parkir destinasi religius makam para Raja Bangkalan, yang terkenal dengan sebutan “Air Mata Ibu”. Bukit ini terletak sekitar 500 meter dari Air Mata Ibu. Yaitu memasuki jalan kecil dari depan gerbang Air Mata Ibu.

Kebanyakan wisatawan yang mengunjungi tempat penambangan ini, setelah mengetahui dari media sosial seperti instagram atau facebook, yang telah menyebarkan berbagai spot foto eksotik.

Tempat wisata ini masih dikelola warga sekitar. Memang sebelumnya tidak ada penarikan parkir ataupun tiket di wisata bukit Pelalangan ini. Semakin banyaknya pengunjung, menjadikan warga menetapkan retribusi sebesar Rp 5 – 10 ribu per orang, sedangkan parkir Rp 3000 untuk motor, dan mobil Rp.20.000.

“Dulu belum ada penarikan retribusi seperti ini, tapi sekarang pengunjung semakin banyak belum sampai masuk saja orang lokal langsung menghampiri minta uang katanya buat biaya retribusi dan sebagainya. Entah uang itu buat apa, semoga saja lebih baik ke depannya dan dikelola serius,“ keluh Ahmad Salahudin, salah satu wisatawan dari Surabaya.

Saat mengunjungi bukit kapur Arosbaya, disarankan tetap waspada dan hati-hati karena proses penambangan masih berjalan hingga sekarang. Truk pengangut hasil tambang sering keluar masuk jalan, selain itu, risiko terjadi longsor atau batu jatuh bisa saja terjadi sewaktu-waktu. (Disna UTM)

Senin, 24 Juni 2019 12:08 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Novita Hardiny, istri dari Bupati Trenggalek Moh. Nur Arifin menegaskan kebersihan di kawasan wisata merupakan hal yang harus dijaga, baik oleh pemerintah, masyarakat, termasuk pengunjung wisata itu sendiri.Perny...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Sabtu, 22 Juni 2019 17:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepad...
Sabtu, 22 Juni 2019 13:55 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...