Korban semasa hidup, dan pelaku saat diamankan.
Menurut pengakuan M. Madinatul Hujjah, bahwa ia melakukan pembunuhan tersebut sendiri. Pelaku mengakui saat ia sedang mabuk dan langsung mencekik leher korban.
“Awalnya saya cekik lehernya dengan kayu, lalu wajahnya saya pukul dengan batu. Saya melakukannya karena kesal dengan korban, lainnya tidak ada,” katanya.
Sementara itu dari info yang diterima bahwa sebelum kejadian pembunuhan tersebut, korban bersama tersangka dan rekan-rekan yang lain pesta miras di area Klenteng (Tri Dharma) yang terletak tidak jauh dar TKP pembunuhan.
Selanjutnya pada saat pesta miras berlangsung melintas Mobil Patroli Polisi sehingga mengakibatkan korban, tersangka dan rekan-rekan yang lain takut dan membubarkan diri.
Pada saat itu korban dan tersangka lari ke area persawahan dan bersembunyi di dalam gubuk. Pada saat di dalam gubuk kemudian tersangka mengajak korban berhubungan intim. Sebelum kejadian pembunuhan tersebut terjadi, tersangka sebelumnya sudah merasa sakit hati karena korban menjelek-jelekkan tersangka kepada pacarnya. Sehingga setelah melakukan hubungan intim, korban dicekik oleh pelaku mengunakan sebatang kayu dan memukul kepala korban mengenai pelipis mata sebelah kanan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.
Setelah melakukan pembunuhan tersebut tersangka meninggalkan lokasi kejadian dan membuang celana panjang milik korban di bawah pohon bambu tidak jauh dari tempat kejadian. (bib/par/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




