Selasa, 15 Juni 2021 19:40

Tanya-Jawab Islam: Cara Menggugurkan Nazar

Kamis, 17 Agustus 2017 12:26 WIB
Tanya-Jawab Islam: Cara Menggugurkan Nazar
DR KH Imam Ghazali Said MA

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Asalamualaikum wr wb. Nama saya hendika muhamad, saya mau nanya tentang nadzar. Dulu ibu saya saat saya di kandungan bernadzar jika melahirkan anak laki-laki akan dimasukkan pesantren. Tapi waktu saya masih sekolah, saya nggak mau dimasukin pesantren, sampai ketika saya mengalami kecelakaan dan hampir masuk pnjara, saya juga bernadzar saya akan masuk pesantren kalo saya tidak dipenjara. Dan, Alhamdulillah saya tidak dipenjara. Tetapi saat saya mau masuk pesantren, perekonomian keluarga saya tidak mencukupi, dan sampai sekarang saya belum masuk pesantren. Apakah ada cara untuk mengugurkan nadzar-nadzar itu, selain harus masuk pesantren. Terimaksih sebelumnya, saya tunggu jawabannya, wasalamualaikum wr wb. (Hendika Muhamad, Indonesia)

Jawaban:

BACA JUGA : 

Tanya-Jawab Islam: Enam Tahun Pisah Ranjang, Tapi Masih Satu Rumah, Mohon Pencerahan

Tanya-Jawab: Uang Hasil Makelaran, Halalkah Komisinya?

Tanya-Jawab: Suami Miliki Jimat Kumis Harimau, Jadi Kuat Segalanya

Tanya-Jawab: Ingin Menikahi Tante dari Ibu, Bolehkah?

Nazar adalah ungkapan janji yang diucapkan untuk melakukan sesuatu di kemudian hari, baik itu dengan syarat ataupun tanpa syarat. Rasul SAW sebenarnya tidak menganjurkan umatnya untuk melakukan nazar, karena hal ini tidak memberikan motivasi baik dan tidak merubah sedikit pun dari ketentuan Allah.

Ibnu Umar melaporkan bahwa Rasul SAW melarang untuk bernazar, sebab nazar sama sekali tidak dapat menolak sesuatu, hanya itu biasanya dilakukan oleh orang-orang yang bakhil dalam beramal. (Hr. Bukhari:6693)

Namun, jika hamba tersebut bernazar untuk melakukan ketaatan kepada Allah, Rasul menganjurkan untuk melaksanakannya dan melarang melakukan nazar yang mengandung unsur maksiat.

Aisyah melaporkan sebuah hadis bahwa Rasuk bersabda:

“Barang siapa yang bernazar untuk taat kepada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Dan barang siapa yang bernazar untuk bermaksiat, maka janganlah meneruskan atau melakukan nazar itu”. (Hr. Bukhari:6696)

Ibnu Umar juga melaporkan bahwa ayahnya Umar bin Khottob pada saat jahiliyah pernah bernazar untuk i’tikaf di Masjidilharam pada suatu malam. Lalu Rasul pun bersabda: “Laksanakanlah nazarmu itu”. (Hr. Bukhari:2043)

Maka, dari keterangan di atas, seharusnya nazar itu dilaksanakan, apalagi nazar itu dalam bentuk yang baik dan sangat mulia, yaitu menempuh pendidikan di pesantren. Namun, jika nazar itu tidak dapat dipenuhi, maka yang bersangkutan akan terkena hukum Allah dalam firman-Nya:

"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)”. (Qs. Al-Maa'idah:89)

Maka jika Saudara tidak mampu memenuhi nazar tersebut dan mencari solusinya, saudara harus melakukan salah satu dari beberapa hal ini; (1) memberi makan kepada sepuluh orang miskin, (2) memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, dan (3) memerdekakan budak (hamba sahaya). Namun, jika Saudara masih tidak mampu melakukan salah satu ketentuan di atas, maka Saudara harus melakukan puasa selama tiga hari (tidak harus berturut-turut atau bersambung, bisa dipisah-pisah). Nah, itulah ketentuan hukum Allah jika Saudara memilih untuk tidak melakukan nazar atau sumpah yang pernah Saudara lalukan dan orang tua. Wallahu A’lam.

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...