Senin, 24 Februari 2020 08:47

Tanya-Jawab Islam: Cara Menggugurkan Nazar

Kamis, 17 Agustus 2017 12:26 WIB
Tanya-Jawab Islam: Cara Menggugurkan Nazar
DR KH Imam Ghazali Said MA

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Asalamualaikum wr wb. Nama saya hendika muhamad, saya mau nanya tentang nadzar. Dulu ibu saya saat saya di kandungan bernadzar jika melahirkan anak laki-laki akan dimasukkan pesantren. Tapi waktu saya masih sekolah, saya nggak mau dimasukin pesantren, sampai ketika saya mengalami kecelakaan dan hampir masuk pnjara, saya juga bernadzar saya akan masuk pesantren kalo saya tidak dipenjara. Dan, Alhamdulillah saya tidak dipenjara. Tetapi saat saya mau masuk pesantren, perekonomian keluarga saya tidak mencukupi, dan sampai sekarang saya belum masuk pesantren. Apakah ada cara untuk mengugurkan nadzar-nadzar itu, selain harus masuk pesantren. Terimaksih sebelumnya, saya tunggu jawabannya, wasalamualaikum wr wb. (Hendika Muhamad, Indonesia)

Jawaban:

Nazar adalah ungkapan janji yang diucapkan untuk melakukan sesuatu di kemudian hari, baik itu dengan syarat ataupun tanpa syarat. Rasul SAW sebenarnya tidak menganjurkan umatnya untuk melakukan nazar, karena hal ini tidak memberikan motivasi baik dan tidak merubah sedikit pun dari ketentuan Allah.

Ibnu Umar melaporkan bahwa Rasul SAW melarang untuk bernazar, sebab nazar sama sekali tidak dapat menolak sesuatu, hanya itu biasanya dilakukan oleh orang-orang yang bakhil dalam beramal. (Hr. Bukhari:6693)

Namun, jika hamba tersebut bernazar untuk melakukan ketaatan kepada Allah, Rasul menganjurkan untuk melaksanakannya dan melarang melakukan nazar yang mengandung unsur maksiat.

Aisyah melaporkan sebuah hadis bahwa Rasuk bersabda:

“Barang siapa yang bernazar untuk taat kepada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Dan barang siapa yang bernazar untuk bermaksiat, maka janganlah meneruskan atau melakukan nazar itu”. (Hr. Bukhari:6696)

Ibnu Umar juga melaporkan bahwa ayahnya Umar bin Khottob pada saat jahiliyah pernah bernazar untuk i’tikaf di Masjidilharam pada suatu malam. Lalu Rasul pun bersabda: “Laksanakanlah nazarmu itu”. (Hr. Bukhari:2043)

Maka, dari keterangan di atas, seharusnya nazar itu dilaksanakan, apalagi nazar itu dalam bentuk yang baik dan sangat mulia, yaitu menempuh pendidikan di pesantren. Namun, jika nazar itu tidak dapat dipenuhi, maka yang bersangkutan akan terkena hukum Allah dalam firman-Nya:

"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)”. (Qs. Al-Maa'idah:89)

Maka jika Saudara tidak mampu memenuhi nazar tersebut dan mencari solusinya, saudara harus melakukan salah satu dari beberapa hal ini; (1) memberi makan kepada sepuluh orang miskin, (2) memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, dan (3) memerdekakan budak (hamba sahaya). Namun, jika Saudara masih tidak mampu melakukan salah satu ketentuan di atas, maka Saudara harus melakukan puasa selama tiga hari (tidak harus berturut-turut atau bersambung, bisa dipisah-pisah). Nah, itulah ketentuan hukum Allah jika Saudara memilih untuk tidak melakukan nazar atau sumpah yang pernah Saudara lalukan dan orang tua. Wallahu A’lam.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...