Minggu, 26 Mei 2019 15:13

Hindari Konflik Horizontal, Arzeti Bilbina Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan

Minggu, 06 Agustus 2017 23:01 WIB
Wartawan: M Didi Rosadi
Hindari Konflik Horizontal, Arzeti Bilbina Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan
Anggota MPR RI Arzeti Bilbina Huzaimi melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan di yayasan At-Taufiq, Surabaya, Ahad (6/8). foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Benih-benih perpecahan yang bernuansa perbedaan suku agama ras dan antar golongan (SARA) belakangan ini makin meruncing di masyarakat dan mengarah pada konflik horizontal. Padahal sejak dahulu kala nenek moyang bangsa ini menganggap perbedaan sebagai keberagaman dan kekayaan yang harus dijaga dan dipelihara. Terbukti, adanya semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi satu.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Arzeti Bilbina Huzaimi. Karena itu, dalam kesempatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Yayasan At Taufiq Lakarsantri, Arzeti mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan. Pasalnya, para musuh bangsa tidak ingin melihat bangsa ini menjalin kebersamaan sehingga menjadi bangsa yang kuat.

“Kita harus bersatu padu dengan sesama warga, terlebih warga Nahdliyyin yang menjadi mayoritas di Jawa Timur. Kebersamaan Nahdliyyin menjadi kekhawatiran kelompok yang tidak suka terhadap kemajuan Indonesia dan NU,” kata anggota Komisi X DPRRI itu, Ahad (6/8).

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah sedang melakukan berbagai upaya untuk mencetak pemuda bangsa yang tahu landasan idelogi bangsa dan mampu menjadi sosok kreatif bagi bangsanya. Sebab pemuda yang mandiri adalah harapan bagi bangsa ini di masa depan.

“Pemerintah berharap dengan adanya Kementerian Ekonomi Kreatif, para pemuda menjadi kreatif, penuh inovasi dan tetap berlandasan indeologi Pancasila,” imbuh anggota parlemen asal daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo ini.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya, Mochamad Syamsul Arifin menambahkan, PKB tidak mempermasalahkan perbedaan demi mewujudkan kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Karena republik ini berdiri berdasarkan kesepakatan para founding fathers termasuk para tokoh NU.

“Perbedaan tak perlu dipermasalahkan, karena yang utama mencari washilah untuk mencapai mashlahah,” kata Syamsul di depan seratusan audiens. (mdr)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...