Jumat, 22 Maret 2019 20:03

Hindari Konflik Horizontal, Arzeti Bilbina Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan

Minggu, 06 Agustus 2017 23:01 WIB
Wartawan: M Didi Rosadi
Hindari Konflik Horizontal, Arzeti Bilbina Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan
Anggota MPR RI Arzeti Bilbina Huzaimi melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan di yayasan At-Taufiq, Surabaya, Ahad (6/8). foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Benih-benih perpecahan yang bernuansa perbedaan suku agama ras dan antar golongan (SARA) belakangan ini makin meruncing di masyarakat dan mengarah pada konflik horizontal. Padahal sejak dahulu kala nenek moyang bangsa ini menganggap perbedaan sebagai keberagaman dan kekayaan yang harus dijaga dan dipelihara. Terbukti, adanya semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi satu.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian anggota MPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Arzeti Bilbina Huzaimi. Karena itu, dalam kesempatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Yayasan At Taufiq Lakarsantri, Arzeti mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan. Pasalnya, para musuh bangsa tidak ingin melihat bangsa ini menjalin kebersamaan sehingga menjadi bangsa yang kuat.

“Kita harus bersatu padu dengan sesama warga, terlebih warga Nahdliyyin yang menjadi mayoritas di Jawa Timur. Kebersamaan Nahdliyyin menjadi kekhawatiran kelompok yang tidak suka terhadap kemajuan Indonesia dan NU,” kata anggota Komisi X DPRRI itu, Ahad (6/8).

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah sedang melakukan berbagai upaya untuk mencetak pemuda bangsa yang tahu landasan idelogi bangsa dan mampu menjadi sosok kreatif bagi bangsanya. Sebab pemuda yang mandiri adalah harapan bagi bangsa ini di masa depan.

“Pemerintah berharap dengan adanya Kementerian Ekonomi Kreatif, para pemuda menjadi kreatif, penuh inovasi dan tetap berlandasan indeologi Pancasila,” imbuh anggota parlemen asal daerah pemilihan Surabaya dan Sidoarjo ini.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya, Mochamad Syamsul Arifin menambahkan, PKB tidak mempermasalahkan perbedaan demi mewujudkan kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Karena republik ini berdiri berdasarkan kesepakatan para founding fathers termasuk para tokoh NU.

“Perbedaan tak perlu dipermasalahkan, karena yang utama mencari washilah untuk mencapai mashlahah,” kata Syamsul di depan seratusan audiens. (mdr)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...