Patung Dewa Kongco di komplek Klenteng Kwan Sing Bio yang saat ini menjadi polemik. foto: SUWANDI/ BANGSAONLINE
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tuban, KH. Abdul Matin Jauhari menyampaikan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pengurus MUI dan Umaro’ untuk membahas patung tersebut, Senin (31/7) kemarin.
"Hasil pertemuan akan diberikan kepada pemkab untuk menjadi landasan pengambilan sikap," ujarnya tanpa menjelaskan hasil pertemuan tersebut.
"Masayarakat harus menahan diri, jangan sampai terpancing dengan isu SARA," imbuhnya.
Salah satu pengurus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Liu Purnomo, saat dimintai keterangan terkait hal ini juga enggan memberikan penjelasan. "Itu wewenangnya ketua," jawabnya singkat.
Diketahui, Patung Dewa Perang Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen di TITD klenteng Kwan Sing Bio Tuban diresmikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan pada Senin (17/7) lalu. Patung tersebut mendapatkan rekor MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




