Rabu, 22 Agustus 2018 14:01

Ancam Eksistensi Madrasah Diniyah, Anggota DPR RI Kecam Kebijakan Full Day School Mendikbud

Senin, 12 Juni 2017 22:50 WIB
Wartawan: Hadi Prayitno
Ancam Eksistensi Madrasah Diniyah, Anggota DPR RI Kecam Kebijakan Full Day School Mendikbud
Nihayatul Wafiroh, Anggota FPKB dari Dapil 3 Jatim. foto: istimewa

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Anggota DPR RI dari Dapil 3 Jatim, Nihayatul Wafiroh, mengecam kebijakan Mendikbud terkait kebijakan sekolah delapan jam sehari selama lima hari dalam seminggu atau yang dikenal Full Day School.

Politisi PKB yang akrab disapa Mbak Ninik ini meminta Mendikbud merevisi kebijakan tersebut, karena manurutnya, kebijakan tersebut mengancam eksistensi Madrasah Diniyah.

"Kebijakan itu mengesampingkan jam belajar siswa di Madrasah Diniyah. Karenanya, perlu dikaji ulang," tegas wasekjend PKB ini melalui pesan elektroniknya.

Nihayah melanjutkan, saat ini banyak sekolah yang memiliki jam belajar selama lima atau enam jam sehari, dari pukul tujuh hingga pukul satu siang selama enam hari. Setelah itu siang atau sorenya, murid mengikuti madrasah diniyah.

Di desa-desa, lanjutnya lagi, sudah menjadi budaya sejak lama anak-anak sekolah di dua tempat, pagi di sekolah umum dan untuk menambah pengetahuan agama Mereka sekolah agama di siang atau sorenya.

"Bentuk penghargaan negara terhadap usaha untuk mendidik masyarakat adalah salah satunya dengan menghormati dan mensupport keberadaan sekolah-sekolah diniyah ini, bukan malah menghantam habis dengan kebijakan full day school," tegas anggota DPR RI ini.

Wanita asal Banyuwangi ini menegaskan, bahwa setiap kebijakan harus bisa mengakomodir keinginan dan kepentingan seluruh peserta didik. Keperpihakan kebijakan ya berpihak pada kepentingan rakyat seluruhnya, bukan berat sebelah.

"Banyak hal yang mendesak untuk diperbaiki dalam pendidikan kita. Salah satunya, adalah pemerataan fasilitas pendidikan," pungkasnya. (had/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...