Masjid Jamik Keraton Sumenep Penuh Pesan Filosofis

Masjid Jamik Keraton Sumenep Penuh Pesan Filosofis ? Keindahan Masjid Jamik Keraton Sumenep yang dibangun dengan perpaduan tiga seni arsitektur. foto lukman/BANGSAONLINE

Gapura ini syarat akan ornamen yang mempunyai banyak filosofi sebagai salah satu harapan dari Panembahan Sumolo kepada rakyatnya ketika menjalankan ibadah.

Sedangkandi atas gapura terdapat ornamen berbentuk dua lubang tanpa penutup, keduanya diibaratkan dua mata manusia yang sedang melihat. Lalu diatasnya juga terdapat ornamen segilima memanjang keaatas, diibaratkan sebagai manusia yang sedang duduk dengan rapi menghadap arah kiblat dan dipisahkan oleh sebuah pintu masuk keluar masjid, yang mengisyaratkan bahwa apabila keluar masuk masjid harus memakai tata krama.

Di kanan kiri gapura juga terdapat dua pintu berbentuk lengkung, keduanya mengibaratkan sebagai kedua telinga manusia,dimaksudkan agar para jemaah masjid ketika dikumandangkan adzan, bacaan Alquran, atau pun disampaikannya khotbah diharapkan untuk tidak berbicara dan mendengarkan dengan seksama.

Di sekeliling gapura juga terdapat ornamen rantai, hal ini dimaksudkan agar kaum Muslim haruslah menjaga ikatan Ukhuwah Islamiyah agar tidak bercerai berai. Masjid ini juga dilengkapi prasasti yang ditulis tahun1806M, sebuah wasiat dari Panembahan Sumolo sebagai Nadir Wakaf sebelum beliau naik tahta menjadi Adipati Sumenep XXXII.“Masjid ini adalah baitullah, berwasiat Pangeran Natakusuma penguasa Negeri/Karaton Sumenep. Sesungguhnya wasiatku kepada orang yang memerintah (penguasa) dan menegakkan kebaikan. Jika terdapat masjid ini sesudahku (keadaan) aib, maka perbaiki. Karena sesungguhnya masjid ini adalah wakaf, tidak boleh diwarisi dan tidak boleh dijual, dan tidak boleh dirusak,”.

Menurut Ferdy Hartono, Wakil Ketua III Takmir Masjid Jamik Keraton Sumenep,bahwa sebenarnya makna filosofi dari bangunan masjid Jamik Keraton Sumenep sangat beragam. Ferdy mengaku banyak menerima masukan dari peziarah luar Madura dan pihak akademisi yang melaksanakan ibadah di masjid tersebut.

Sedangkan aktifitas masjid selama bulan ramadan, Ferdy menjelaskan,dimulai sejak waktu shalat ashar yaitu kuliah ashar yang berisi pengajian atau mengaji bersama. “Setelah adzan maghrib dilakukan buka bersama, sehingga pengunjung dapat berbuka gratis”, jlentrehnya kepada Harian BANGSA.

Kegiatan lainnya, usai salat mahgrib, digelar salat tarawih dan tadarus Alquran. Setiap ramadan, juga rutin digelar peringatan Nuzulu Quran, yang digelar pada tanggal 17 ramadan. “Masjid juga menggelar malam takbiran saat akhir ramadan,” pungkas Ferdy Hartono. (luk/sta/bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO