Sabtu, 26 September 2020 12:19

Sindikat Pemalsu KTP-el di Jombang Diringkus

Rabu, 17 Mei 2017 13:41 WIB
Wartawan: Romza
Sindikat Pemalsu KTP-el di Jombang Diringkus

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Tiga orang sindikat pemalsu KTP-el (kartu tanda penduduk elektronik) yang biasa beroperasi di Kabupaten Jombang diringkus jajaran Satreskrim Polres setempat. Tiga tersangka yakni NS atau Nanang Setiyono (36) warga Dusun Ngayun Desa Purisemanding Kecamatan Plandaan, SH atau Samsul Huda (39), warga Dusun Kalianyar Desa/Kecamatan Jogoroto dan SP atau Sugeng Priyono (59), warga Dusun Mireng Desa Sumberagung Kecamatan Megaluh.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Norman Hidayat menjelaskan, terbongkarnya kasus itu bermula dari informasi warga. Selanjutnya, tim Resmob melakukan penyelidikan. "Dari sini petugas mencurigai aktivitas di salah satu rumah di Jl Pattimura Desa Sengon Kecamatan Jombang," kata Norman saat rilis kasus di mapolres setempat, Rabu (17/5).

Untuk memastikan kecurigaan polisi, lanjut Norman, petugas memilih melakukan pemantauan terlebih dahulu. Kamis (11/5) malam saat melakukan pemantauan, polisi memperoleh informasi jika akan ada transaksi pembuatan KTP palsu. Jumat (12/5) sekitar pukul 00.15 WIB, polisi melakukan penggerebekan.

Dalam penggerebekan, petugas menangkap NS dan SH. Mereka juga tidak bisa mengelak karena ditemukan sejumlah barang bukti. "Dari SH petugas menemukan dua KTP-el diduga palsu atas nama Samsul Huda, Wiji Astutik. Dari NS, ditemukan barang bukti empat KTP-el yang sudah dikelupas bagian depannya, KTP-el atas nama Afan Bagus Ferdianata yang diduga palsu, 16 lembar plastik print injek yang tertera identitas diduga palsu serta enam lembar kartu kertas kosong untuk membuat KK palsu," bebernya.

Tidak berhenti dari sini, petugas langsung menginterogasi NS dan SH. Dari keduanya muncul nama SP yang disebut sebagai pembuat dokumen kependudukan palsu.

Polisi pun bergegas memburu pelaku di rumahnya. Saat digeledah, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu lembar kertas data pemesan KK atas nama Khamim dan Siti Choirotun, satu lembar kertas foto copy KK atas nama Adi Irfan yang digunakan sebagai konsep pembuatan KK serta satu lembar print-out KTP atas nama Hadi Suyancip dari kertas HVS.

"Kami juga mengamankan satu unit komputer, mesin printer merk epson, serta sebuah flasdisk," ungkap Norman.

Masih menurut Norman, dalan pemeriksaan yang dilakukan, sindikat ini mengaku sudah beroperasi sejak 6 bulan lalu. Tiap dokumen kependudukan palsu ditarif Rp 50.000. "Untuk para pelaku dijerat pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KUHP ancaman hukuman 6 tahun penjara," tandasnya. (rom)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Selasa, 15 September 2020 13:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...