Selasa, 15 Oktober 2019 09:30

Muncul Protes, DPRD Sidoarjo Sesalkan Pelantikan Perangkat Desa di Kecamatan Tulangan

Rabu, 10 Mei 2017 22:10 WIB
Wartawan: Mustain
Muncul Protes, DPRD Sidoarjo Sesalkan Pelantikan Perangkat Desa di Kecamatan Tulangan
HEARING: Komisi A saat membahas pengaduan keberatan seleksi perangkat desa di Kecamatan Tulangan, di DPRD Sidoarjo, Rabu (10/5). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Komisi A DPRD Sidoarjo menyesalkan pelantikan perangkat desa di sejumlah desa di Kecamatan Tulangan. Sebab pelantikan digelar di tengah munculnya protes keberatan dari sejumlah peserta karena menilai seleksi perangkat desa tidak prosedural.

Itu terungkap dalam hearing Komisi A menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan Forum Komunikasi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Kecamatan Tulangan (FKP4DKT) di ruang paripurna gedung DPRD Sidoarjo, Rabu (10/5).

“Saya menyesal karena celakanya ini (perangkat desa) sudah dilantik,” cetus anggota Komisi A, Wisnu Pradono.

Wisnu mengaku pihaknya sudah menelpon Camat Tulangan Abdul Wahib agar menunda pelantikan karena ada pengaduan dari sejumlah peserta yang keberatan dengan proses seleksi. Namun ternyata permintaan itu tidak direspon.

“Sudah dilantik, kalau dibatalkan apakah nanti gak malah kisruh di desa-desa tersebut,” ucap politisi PDIP ini.

Rasa kecewa juga diungkapkan oleh anggota Komisi A lainnya, H Kusman. Politisi PKS ini mengaku sudah mewanti-wanti agar Camat Tulangan berhati-hati memantau pelaksaaan seleksi perangkat desa di wilayahnya. Namun ternyata masih menemukan indikasi kejanggalan. ”Saya mohon kalau bisa pengangkatan perangkat ini dibatalkan,” pintanya.

Dalam hearing yang dipimpin Sekretaris Komisi A H Saiful Maali ini, peserta seleksi yang tidak lolos, mengungkap keberatan terhadap tes yang digelar Minggu (23/4) lalu. Di antaranya Masbukhin, yang menyatakan tatib penjaringan di Desa Grinting dan Tulangan, hanya menyebut satu calon yang memiliki nilai tertinggi berhak menduduki perangkat desa. “Padahal sesuai Perbup, harusnya dua calon,” cetusnya dalam hearing.

Selain itu, dalam suratnya ke DPRD, FKP4DKT juga menduga pelaksanaan tes tidak sesuai dengan Perbup Sidoarjo Nomor 55/Tahun 2016, karena Kecamatan Tulangan hanya membeli software dari PT Lotus. Mereka pun menyoal keabsahan Kecamatan Tulangan sebagai pihak ketiga, karena Kecamatan Tulangan bertindak sebagai koordinator panitia se-kecamatan.

Terkait hal itu, Camat Tulangan Abdul Wahib menyatakan tidak ada yang menyalahi prosedur. Dia menyebut, seleksi perangkat desa di Kecamatan Tulangan menggunakan pasal 14 dalam Perbup Nomor 55/Tahun 2016.

“Pihak ketiga itu bukan pihak penyelenggara. Pihak ketiga itu hanya tak peseni aplikasi,” cetusnya. Sehingga katanya, panitia tetap dari desa.

Kata Abdul Wahib, dirinya ngotot membeli aplikasi dari PT Lotus, karena seleksi perangkat di Kecamatan Tulangan tidak hanya saat ini. Namun mulai Desember mendatang, banyak perangkat desa yang sudah berhenti.

“Maka saya beli aplikasi itu untuk ujian mendatang agar desa tidak usah membeli lagi. Disimpan di Kecamatan dan nanti bisa digunakan lagi, ” tandasnya.

Soal perangkat yang sudah dilantik, Abdul Wahib menjelaskan, dalam perbup, rekomendasi dari camat tidak boleh lebih dari satu minggu. Sehingga dia menerbitkan rekomendasi karena persyaratan yang diajukan para kepala desa (kades), tidak menyertakan catatan.

“Dari 21 desa, sudah dilantik semua oleh kades masing-masing. Saya hanya diundang,” tegasnya.

Sejumlah peserta mengaku belum puas dengan hearing tersebut. “Kami berencana mengajukan gugatan PTUN,” cetus salah satu peserta usai hearing. Sementara, protes keberatan terhadap seleksi ini diajukan oleh peserta dari 10 desa di Kecamatan Tulangan. Rinciannya, Desa Kepunten, Grinting, Modong, Kemantren, Kepuh Kemiri, Medalem, Kepadangan, Grogol, Tulangan dan Desa Kepatihan. (sta/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...