Kamis, 24 Mei 2018 08:52

Mengenal Sosok Inoenk, Ketua Majelis Hakim 'Bonek' yang Memvonis Ahok 2 Tahun Penjara

Selasa, 09 Mei 2017 21:54 WIB
Mengenal Sosok Inoenk, Ketua Majelis Hakim
H. Dwiarso Budi Santiarto, SH. M.Hum

Catatan ringan Ilham Bintang.

Rasanya sulit dipercaya, namun begitulah faktanya, setiap hari dari rumah ke kantor, pulang-pergi ia naik angkutan umum busway. Itulah hakim H. Dwiarso Budi, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memimpin majelis hakim sidang perkara penistaan agama oleh Gubernur DKI non-aktif Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, mulai Selasa (13/12), di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, jalan Gajahmada, Jakarta.

Di mata kawan-kawannya, ia dijuluki bonek (bondo nekat). Bukan hanya karena kelahiran Surabaya, tetapi julukan itu menunjuk pada integritasnya sebagai hakim. Anti suap, antik gertak, kata seorang sahabatnya.

Lahir di Surabaya 14 Maret 1962, Inoenk begitu panggilan akrab H. Dwiarso Budi Santiarto, SH. M.Hum, sampai sekarang pun masih tinggal di rumah dinas. Suami Yanti, SH. MH (teman kuliah) dan ayah dua anak, Rio dan Anya ini pernah menjadi ketua pengadilan di Kotabumi, Kraksaan, Depok, Banjarmasin, dan Semarang.

Putranya, Rio (S1 ITB S2 UI) saat ini tinggal di Jepang bekerja sebagai pelayan toko. Sedangkan Anya (Hukum Unpar), sebagai pegawai pajak di Palangkaraya.

Ada kisah menarik putra putri Inoenk, ketika terjadi penangkapan terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar tempo hari. Kompak mereka meminta Inoenk berhenti jadi hakim karena merasa malu dengan profesi ayahnya. Juga kompak mereka berdua menyatakan siap bekerja untuk menopang ekonomi orang tuanya.

Sarjana Hukum jebolan SI Universitas Airlangga dan S2 Universitas Gajahmada dan terakhir Lemhanas (2016) ini adalah mantan Atlet Hoki PON Jatim dan Atlet Tennis mewakili Provinsi di mana dia bertugas waktu itu.

Memutus seumur hidup koruptor BLBI

Mantan Asisten/Sekretaris Mahkamah Agung ini sewaktu bertugas sebagai Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutus hukuman seumur hidup untuk koruptor BLBI.

Waktu bertugas di Semarang, Inoenk juga memutus sengketa Gubernur Jateng lawan pengacara kondang Yusril dengan menghukum hakim temannya sendiri karena menerima suap dan beberapa koruptor, serta pejabat Bupati Karang Anyar.

Keberaniannya untuk berbeda dengan alasan hukum yang rasional itulah yg membuat Ketua Mahkamah Agung Marsekal Sarwata sangat membanggakannya.

Dosen favorit Fakultas Hukum Universitas Trisakti itu kini menjadi tempat bergantung harapan keputusan adil dari persidangan kasus penistaan agama Ahok. Sekian lama ia memang menjadi gantungan harapan para penuntut keadilan yang mengharapkan vonisnya terhadap Ahok terbebas dari pelbagai intervensi supaya wajah hukum kita mendapat kepercayaan publik.

Selasa (9/5) siang, akhirnya ia membuktikan dirinya memang hakim yang berintegritas tinggi. Meskipun sempat dibayangi spekulasi dia juga akan dilumat pelbagai manuver seperti aparat penegak hukum lainnya yang masuk angin. Vonisnya, Ahok terbukti bersalah, dan dihukum penjara 2 tahun. Langsung ditahan di LP Cipinang. (*)

Rabu, 23 Mei 2018 22:26 WIB
Perjalanan yang istimewa, sahur dan buka puasa di 2 negara bagian. Istimewa karena di apit 2 mahasiswa Indonesia. Saya juga tidak menyangka bisa bertemu dua teman mahasiswa Indonesia di Columbia University Missouri. Satu asal Bondowoso. SMA-nya d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...