Selasa, 15 Oktober 2019 19:29

Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (14): Bangun Pesantren Al-Hikam setelah Mlincur

Jumat, 07 April 2017 00:58 WIB
Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (14): Bangun Pesantren Al-Hikam setelah Mlincur

Oleh: M Mas'ud Adnan

Banyak sekali peninggalan gedung monumental Kiai Hasyim Muzadi baik di NU maupun di dua Pesantren Mahasiswa al-Hikam yang didirikannya. Selain membangun beberapa gedung NU di Jawa Timur, Kiai Hasyim Muzadi juga meneruskan pembangunan gedung PBNU yang sebelumnya dibangun oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat menjabat ketua umum PBNU Gus Dur memang membangun gedung PBNU di jalan Kramat Raya yang cukup megah. Namun Gus Dur yang terpilih sebagai ketua umum PBNU tiga periode itu kemudian terpilih sebagai presiden RI.

Dalam Muktamar NU di Lirboyo Kediri Kiai Hasyim Muzadi terpilih sebagai ketua umum PBNU atas dukungan penuh Gus Dur. Otomatis pembangunan gedung PBNU dilanjutkan Kiai Hasyim Muzadi.

Kiai Hasyim Muzadi memang dikenal piawai dan getol membangun infrastruktur NU dan lembaga pendidikan Islam atau pesantren. Lihat saja Pesantren al-Hikam Malang dan al-Hikam Depok Jawa Barat yang megah. Begitu juga gedung PWNU Jatim, gedung balai diklat PWNU dan kantor PWNU lama di Jalan Raya Darmo.

Kiai Hasyim Muzadi punya obsesi besar tentang lembaga pesantren yang bernafaskan Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja). Terutama setelah Kiai Hasyim Muzadi melihat perkembangan PBNU yang dinilai mulai dirasuki paham luar Aswaja. Kiai Hasyim Muzadi secara terang-terangan menyatakan bahwa PBNU kini telah terkontaminasi paham luar. Dan itu – menurut Kiai Hasyim Muzadi – tak lepas dari grand design pihak luar yang sengaja ingin menghancurkan NU.

”Mereka memasang orang-orang yang sepaham dengan mereka sebagai pengurus NU dan itu sudah berhasil,” kata Kiai Hasyim Muzadi.

Yang menarik, meski Kiai Hasyim Muzadi mengaku khatam sebagai pengurus NU, yaitu mulai ketua ranting hingga ketua umum PBNU, tapi ternyata pernah absen selama dua tahun. Itu terjadi saat Kiai Hasyim Muzadi masih sebagai pengurus lembaga di PWNU Jawa Timur sebelum akhirnya menjadi sekretaris PWNU Jawa Timur.

Dalam masa non-aktif selama dua tahun di NU itu ternyata Kiai Hasyim Muzadi konsentrasi merintis pesantren mahasiswa al-Hikam Malang. Tampaknya Kiai Hasyim Muzadi saat itu sibuk mencari dana untuk membangun pesantrennya. Abdul Wahid Asa, aktivis NU satu angkatan dengan Kiai Hasyim Muzadi dan pernah bersama-sama mendirikan majalah Aula (majalah PWNU Jatim), bercerita bahwa Kiai Hasyim Muzadi absen di NU selama dua tahun itu memang konsentrasi merintis pesantren. Saat itu nama Kiai Hasyim Muzadi belum popular. Tapi Kiai Hasyim Muzadi aktif berceramah di beberapa tempat.

”Saat itu saya diajak melihat-lihat pesantrennya yang sedang dirintis di Malang (kini Jl Cengger Ayam, red). Cak Hasyim bilang kepada saya, ini Hid (Wahid Asa) saya hasil mlincur (bahasa Jawa kasar yang artinya membolos),” kata Abdul Wahid Asa menirukan pernyataan Kiai Hasyim Muzadi.

Maksudnya, pesantren mahasiswa al-Hikam Malang itu dirintis dan dibangun saat Kiai Hasyim Hasyim tak aktif di NU karena mlincur alias membolos itu.

”Karena itu tak benar kalau ada yang menuduh bahwa Cak Hasyim membangun pesantren di Malang itu saat jadi ketua PWNU,” tegas Wahid Asa. ”Pesantren itu sudah dibangun sebelum Cak Hasyim jadi ketua PWNU, bahkan sebelum jadi sektretaris PWNU,” tambahnya.

Menurut dia, sebelum dipilih sebagai ketua PWNU Jatim Kiai Hasyim Muzadi pernah dipercaya sebagai sekretaris PWNU paruh periode.

Menurut Wahid Asa, terpilihnya Kiai Hasyim Muzadi sebagai ketua PWNU sebenarnya di luar dugaan. ”Saat itu yang bersaing sesungguhnya KH Syafii Sulaiman dan KHA Wahid Zaini. Di tempat konferensi (konferwil) KH Imron Hamzah bersedia dipilih sebagai Rais Syuriah asal diberi hak untuk menunjuk wakilnya. Peserta setuju. Ternyata Kiai Syafii Sulaiman dan Kiai Wahid Zaini ditunjuk sebagai wakil Rais Syuriah. Ini memang permainan untuk mendamaikan kedua kiai itu. Peserta mendadak mencari calon ketua Tanfidziyah dan terpilihlah Cak Hasyim sebagai ketua PWNU Jatim,” tuturnya. (m mas’ud adnan/bersambung)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...