Beginilah keadaan rumah Tasri, korban pembunuhan di Perumahan Elit Permai Surabaya. foto: AHMAD/ BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kasus pembunuhan yang menimpa Tasri, pembantu rumah tangga (PRT) di Jl Puncak Permai 1/33, Surabaya pada Sabtu (1/4) lalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
BANGSAONLINE.com yang mendatangi kediamannya di Dusun Krajan, Desa Margorejo, Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban, Selasa (4/4), mendapati rumah korban yang berukuran 4x6 meter hanya beralas tanah liat. Selain itu, dinding-dinding samping rumah pun hanya terbuat dari bambu reot sehingga banyak lubang.
BACA JUGA:
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
"Ya begini rumah lek Sri," ujar Sulastri (41), keponakan Sri kepada BANGSAONLINE.com.
Tasri, atau biasa disapa Sri, meninggalkan 3 orang anak, yakni Sampurni (22), Semi (18) dan Warnadi (14). Sedangkan, suami Sri sendiri tidak diketahui keberadaannya hingga sampai saat ini. Sehingga, ia menjadi tulang punggung keluarga.
"Suami lek Sri sudah pergi gak tau ke mana," ceritanya.
Kata Sulastri, Sri merupakan sosok orang yang lugu. "Lek Sri itu orangnya pendiam, utun dan wedinan, (Bibi Sri orangnya pendiam, pendiriannya kuat, dan penakut, Red)," ujarnya dengan bahasa Jawa.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




