Lampu penerangan Stadion Brawijaya banyak yang mati. foto: ARIF K/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Menjelang bergulirnya kompetisi sepakbola Liga 2 PT Indonesia Baru, pertengahan April 2017 mendatang, home base Persik Kediri Stadion Brawijaya, Kota Kediri mengalami kendala sarana penerangan. Sedikitnya ada 32 buah lampu dalam kondisi mati.
Puluhan lampu yang mati merata di empat titik penerangan. Akibatnya, pada pertandingan malam hari, penerangan tidak menyala dengan optimal. Terlebih saat cuaca mendung berkabut atau turun hujan.
BACA JUGA:
- Persik Kediri Libur Latihan 10 Hari saat Idulfitri 1447 H
- Mbak Wali Beri Dukungan Langsung Laga Persik Kediri Vs PSBS Biak di Stadion Brawijaya
- Tutup Tahun 2025 dengan Poin Penuh, Persik Kediri Tekuk Persis Solo 2-1
- Belajar dari Kekalahan Laga Sebelumnya, Persik Kediri Siap Hadapi Persis Solo di Stadion Brawijaya
Seperti saat pertandingan uji coba pramusim 2017 yang mempertemukan tuan rumah Persik menjamu PSIS Semarang, Sabtu (26/3) lalu. Wasit terpaksa menghentikan jalannya pertandingan di babak kedua karena pemain mengalami kendala penglihatan. Selain akibat penonton menyalakan smoke bom, lampu penerangan stadion juga tidak menyala maksimal.
Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persik Kediri Fery Djatmiko mengakui adanya kendala penerangan karena matinya lampu stadion. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengatasi persoalan penerangan ini.
“Pemenuhan maupun perawatan sarana prasana di Stadion Brawijaya Kota Kediri ini menjadi tanggung jawab Dinas Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan. Untuk itu, kami akan segera berkoodinasi. Mengingat, kompetisi akan segera bergulir,” terang Fery, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri ini.
Sementara itu hal yang sama juga diungkapkan Manajer Persik Kediri Anang Kurniawan. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Kota Kediri ini menjelaskan, jika urusan lampu Stadion merupakan ranah Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan (DTRKP) Kota Kediri. "Kalau urusan lampu Stadion, adalah kewenangan DTRKP," ungkapnya.
Anang mengakui, lampu penerangan Stadion Brawijaya memang sangat penting. “Memang, lampu stadion banyak yang mati,” imbuh Anang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




