SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Respon cepat Polrestabes Surabaya terhadap aksi teror bom yang terjadi di Kelurahan Arjuna, Bandung, Senin kemarin, 27 Februari 2017 dilakukan antisipasi dengan memperketat Markas Komando (Mako). Atas kejadian tersebut Polrestabes Surabaya memberlakukan One Gate Sistem.
Selain melibatkan Unit Satwa K-9, Polrestabes Surabaya juga menyiagakan mirror detektor, metal detektor serta pasukan personil bersenjata lengkap untuk berjaga-jaga di depan Pintu Masuk Mapolrestabes Surabaya.
BACA JUGA:
- Ngaku Tak Tahan Nafsu, Pria di Surabaya Tega Setubuhi Putri Kandung yang Berusia 17 Tahun Sejak 2025
- Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Scamming dan Penyekapan Internasional, 44 WNA Ditangkap
- Geger Temuan Kerangka di Sememi, Tim Inafis Polrestabes Surabaya Lakukan Identifikasi
- Polrestabes Surabaya Tangkap Pelaku Pembunuhan di Pragoto, Kapolrestabes Sebut Aksi Tunggal

Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Mohammad Iqbal mengatakan peningkatan prosedur pengamanan Mako ini merupakan langkah antisipasi terkait kejadian teror Bom di Kelurahan Arjuna Bandung pagi tadi. Oleh sebab itu, pihaknya tidak ingin kecolongan dengan menyiagakan seluruh Personil Opsionalnya untuk memonitor setiap perkembangan situasi yang ada.
"Kami berlakukan One Gate Sistem dan libatkan Unit Satwa Ke-9, mirror deteksi dan metal deteksi. Sabhara untuk melakukan deteksi dini kepada setiap kendaraan yang akan masuk Mapolrestabes Surabaya. Kepada pengendara yang membawa tas ransel tetap kami periksa menggunakan metal detector serta penempatan personil bersenjata lengkap untuk mempertebal pengamanan markas," ujar Iqbal, Senin (27/02/17).
Selain meningkatkan pengamanan internal Mako, Polrestabes yang bernama Belanda, Hoofdbureau, atau yang biasa warga Surabaya sebut Ho-Biru juga akan melaksanakan operasi skala besar yang melibatkan anggota patroli gabungan dan diperkuat oleh Tim Anti Bandit di lokasi-lokasi rawan aksi kriminalitas.
"Selain memperketat pengamanan mako, seluruh anggota yang bertugas di lapangan kami perintahkan untuk melakukan bodi sistem yakni tidak sendiri-sendiri dalam pelaksanaan tugas. Pelaksanaan patroli diharapkan minimal dilakukan oleh dua orang untuk saling melindungi satu sama lain," pungkas Kapolrestabes Surabaya. (irw/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




