Ketua DPD NasDem Kabupaten Jombang, Mu’linah Shohib. foto: RONY SUHARTOMO/ BANGSAONLINE
"Kalau sudah ada intruksi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) agar mengusung kader sendiri, kami harus ikut. Tentu nama-nama kader terbaik kami usulkan ke DPP. Setelah itu kami kebut atur strategi pemenangannya. Termasuk menjalin koalisi dengan parpol lain," jelas Mu’linah.
Politisi berjilbab ini juga memaparkan, jika partainya memutuskan untuk tidak mengusung kader sendiri, maka kajian untuk mendukung calon dari parpol lain akan dilakukan dengan ketat.
"Bagaimana pun juga kita memiliki kekuatan politik yang tidak kalah dengan parpol lain. Di fraksi DPRD kita memiliki empat kursi, selain itu kekuatan hingga ranting sudah kami tata. Jelas, jika kami harus mendukung kader parpol lain pertimbangan matang harus dilakukan. Dari segala aspek harus dikaji," bebernya.
Terkait dirinya yang disebut-sebut juga akan maju menjadi Cabup-Cawabup, Mu’linah masih menunggu keputusan DPP. "Saya belum bisa memastikan. Kami masih wait and see. Kecuali ada keputusan DPP, saya bisa langsung bersikap," tandasnya.
Sementara figur yang dimungkinkan menjadi Cabup-Cawabup 2018, ia menuturkan pasangan incumbent, Nyono Suharli Wihandoko-Mundjidah Wahab tidak menutup kemungkinan maju kembali satu paket.
"Mereka (incumbent, red) sudah memiliki modal dikenal publik. Sehingga mudah saat sosialisasi. Tapi jika mungkin ada figur lain, bisa saja pertarungan akan berbeda," pungkas Mu’linah. (rom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




