Selasa, 28 Februari 2017 05:37

Lestarikan Bahasa Jawa Kromo Inggil, Kades Bringinan Buka Les Anak-anak

Senin, 02 Januari 2017 22:35 WIB
Lestarikan Bahasa Jawa Kromo Inggil, Kades Bringinan Buka Les Anak-anak
Kades Bringinan, Rahardi Subarno saat mengajarkan bahasa Jawa kromo inggil kepada anak-anak.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Rahardi Subarno, berusaha untuk menghidupkan kembali bahasa Jawa kromo madyo dan kromo inggil yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Ia membuka les bahasa Jawa di rumah baca yang dikelola dekat rumahnya.

“Berawal dari keprihatinan yang mendalam, saya memulai mengajar dan belajar bahasa Jawa bersama dengan empat orang anak yang masih bersekolah di SD di sekitar lingkungan saya,” ujar Barno, panggilan akrabnya saat ditemui di sela-sela memberikan materi les bahasa Jawa, Sabtu (31/12) lalu.

Menurutnya, bahasa Jawa adalah bahasa yang adi luhung, dengan memperhatikan etika, tata karma, dan anggah ungguh yang tidak dimiliki bahasa lain di dunia ini. “Sementara suku atau bangsa lain belajar bahasa Jawa, generasi kita malah melupakannya dengan bangga belajar bahasa Inggris atau bahasa Mandarin,” terang kades Bringinan tersebut.

Dari empat siswa yang datang pertama kali, setelah dua bulan berjalan kini sudah ada 32 siswa. Mereka secara rutin setiap malam Rabu dan malam Minggu belajar bahasa Jawa bersama.

“Sebenarnya saya tidak memiliki kemampuan berbahasa Jawa secara mendalam atau ahli bahasa Jawa. Namun dengan belajar sebelum mengajar, saya mengajak anak-anak di Desa Bringinan dan dua orang dari Desa Ngumpul untuk bisa berkomunikasi secara halus menggunakan bahasa Jawa,” jelasnya.

Terlebih sebagai kepala desa dan sering melakukan presentasi tentang pupuk organik, dia merasa menang mental walau tidak pernah belajar menjadi seorang guru.

“Alhamdulillah, kemampuan mengajar saya diakui anak-anak. Harapan saya dengan pembelajaran ini bahasa Jawa terus mendapat perhatian dan tidak kalah dengan bahasa modern yang lain. Prinsip kami, aku anak e wong Jowo, kudu iso boso Jowo,” lanjut Barno.

Tidak hanya itu, sebagai kepala Desa Brnginan, dia juga menerapkan aturan untuk pelayanan masyarakat di balai desa. Setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat, pelayanan di balai desa harus menggunakan bahasa Jawa kromo inggil. Jika tidak menggunakan maka dipastikan masyarakat yang datang tidak dilayani.

“Semua hal tersebut saya terapkan dengan tujuan masyarakat Jawa sekarang lebih mencintai kebaradaan bahasanya yang ternyata sangat luar biasa akan nilai yang terkandung didalamnya sehingga bahasa Jawa tetap lestari hingga akhir jaman,” pungkas Rahardi Subarno.(yah/rev)

tag :
  • desa-ponorogo
Sabtu, 25 Februari 2017 23:33 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   BANGSAONLINE.com - Man kafara biallaahi min ba’di iimaanihi illaa man ukriha waqalbuhu muthma-innun bial-iimaani walaakin man syaraha bialkufri shadran fa’alayhim ghadhabun mina allaahi walahum...
Minggu, 26 Februari 2017 11:42 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 23 Februari 2017 16:59 WIB
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Arumi Bachsin, artis sinetron dan film nasional, kini namanya dipatenkan dalam sebuah produk kerajinan batik Trenggalek. Pemberian nama batik Arumi sengaja dipilih oleh Pemkab Trenggalek untuk mendongkrak usah...