Proyek rehab kantor Pemkab Gresik yang hingga kini masih berlangsung. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid meminta DPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) selalu standby jelang akhir tahun ini. Sebab, volume kegiatan yang harus dicairkan anggarannya akan terus meningkat.
Namun demikian, Hamid juga mengingatkan agar DPPKAD selektif dalam memverifikasi SPJ (surat pertanggungjawaban). Sehingga, tidak sampai terjadi kejadian tidak diinginkan.
BACA JUGA:
- Lampu Merah dari KPK: Ketua Komisi II DPRD Gresik Sebut Pokir Baru Bisa Jalan Lewat APBD-P
- Wakil Ketua DPRD Gresik Sebut RAPBD 2026 Diproyeksikan Rp3,3 T, Belanja Rp3,4 Triliun
- DPRD Gresik Antisipasi Pemangkasan Dana Transfer Rp539 Miliar di APBD 2026
- DPRD Gresik Dorong OPD Maksimalkan Serapan APBD 2025
"Saya selalu komunikasi dengan DPPKAD. Pada dasarnya anggaran sangat siap. Syaratnya, semua SPJ yang dipersyaratkan harus dipenuhi, " jelasnya.
Sekadar diketahui, serapan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2016 di masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) hingga menjelang tutup tahun belum maksimal. Serapannya banyak yang masih di bawah 80 persen.
Padahal idealnya, serapan keuangan APBD hingga bulan ke-12 ini sudah mencapai 90-100 persen. Sehingga, ketika posisi bulan akhir Desember 2016, mendatang, serapan anggaran semua SKPD sudah bisa 100 persen.
"Memang kami akui, serapan anggaran masih jauh dari target," kata Hamid. Menurut dia, serapan anggaran di APBD 2016 terbilang belum sesuai target, karena ada beberapa kegiatan/program yang sudah dijalankan, namun pelaksananya belum melakukan serapan anggaran. Kegiatan/program dimaksud di antaranya berada di DPU (Dinas Pekerjaan Umum).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




