Rupiah, Oh Rupiah, Warnamu Tak Semerah Nilaimu

Rupiah, Oh Rupiah, Warnamu Tak Semerah Nilaimu Meski warnanya sangat merah, namun nilainya masih kalah dengan mata uang dolar yang hanya berwarna hitam putih. Secara fisik saja juga tampak, mata uang dolar lebih awet bersih, sementara rupiah lebih cepat kusam.

“Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga uang rupiah yang beredar berada dalam kualitas yang baik sehingga mudah dikenali ciri-ciri keasliannya,” kata Sujarwadi.

Kendati demikian, walaupun dalam menjaga kualitas uang rupiah adalah tugas BI, di sini peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk perawatan uang rupiah. Bukan persoalan kualitas bahan dari rupiah tidak bagus, justru pemerintah menekankan pada sisi perawatan yang benar, sehingga dengan kondisi uang yang bagus masyarakat bisa tetap mengenali perbedaan antara uang asli dan palsu.

Selain itu masyarakat Indonesia masih senang menggunakan transaksi secara tunai dibandingkan menggunakan transaksi secara nontunai. Hal ini jugalah yang membuat fisik rupiah menjadi cepat lusuh dan kumel. Dengan hal ini Bank Indonesia berupaya mengampanyekan 3D untuk menyayangi rupiah. Yakni didapat, disayang, dan disimpan.

Sementara untuk mengenali keaslian rupiah. Yakni, bisa dengan dilihat, diraba dan diterawang. Tanpa perlu menunggu ajakan BI, seharusnya masyarakat bisa sadar dengan sendirinya untuk lebih menyayangi rupiah.

Zainal salah satu pengusaha jasa penukaran uang asing di Kota Kediri juga heran dengan perlakuan uang rupiah dimasyarakat. Sangat beda jauh dengan masyarakat saat menyimpan uang dolar.

"Lihat saja mas, dolar saya masih bersih dan terlihat baru. Bandingkan dengan rupiah pecahan 100 ribu, sudah banyak yang lusuh dan kumel," ujarnya sambil menunjukkan uang pecahan Rp 100 ribuan dan U$ 50.

Sangat terawatnya uang dolar, kata Zainal, karena uang dolar yang ditukar dengan rupiah juga mempunyai tingkatan nilai. Jika kondisi uang dolar sampai lusuh atau bahkan terlihat ada lipatan kecil saja, nilai jualnya akan berkurang. Makanya, banyak kalangan masyarakat yang menyimpan dolar di sela-sela buku agar tetap awet.

"Beda jika masyarakat yang menyimpan rupiah, kadang di dompet yang penuh lipatan, kadang juga ditekuk-tekuk dislempitan dompet agar tidak keliahatan," ujar dia.

Untuk harga sendiri, kata Zainal ada beberapa tingkatan khusus untuk mata uang US dolar. Tingkatan harga mulai potongan Rp 150 sampai Rp 1500. “Apabila kerusakannya tergolong cukup parah, seperti robek, potongan bisa sampai 1500 rupiah per dolarnya,” ujar dia.

Untuk itu, ia juga berharap, agar masyarakat juga memperlakukan rupiah sama seperti memperlakukan mata uang dolar, terutama dalam penyimpanan. Minimal dompetnya yang tidak terlalu banyak lipatan, agar rupiah tetap bersih dan tidak mudah lusuh. (arif kurniawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO