Rabu, 22 Januari 2020 05:55

Pemkab Sumenep Langgar Komitmen Soal Pembebasan Lahan Bandara di Kepulauan

Kamis, 24 November 2016 03:15 WIB
Pemkab Sumenep Langgar Komitmen Soal Pembebasan Lahan Bandara di Kepulauan
Moh Nur, Kepala Desa Paseraman Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, saat ditemui di Kantor DPRD Sumenep, Rabu (23/11).

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Sejumlah warga pengelola lahan yang bakal dibangun Bandara di Pulau Kangean, Kecamatan Arjasa, Sumenep, Madura mempertanyakan komitmen pemerintah setempat soal pembayaran pembebasan lahan. Pasalnya, hingga saat ini pembebasan tahap dua belum dilakukan.

Kepala Desa Paseraman, Pulau Kangean, Kecamatan Arjasa, Moh Nur mengatakan, sesuai kesepakatan antara Pemerintah Daerah dengan pengelola lahan, pembayaran tahap dua akan dilakukan pada bulan Maret 2016 lalu. Namun, hingga menjelang akhir tahun pembayaran pembebasan lahan belum dilakukan.

Kesepakatan pembayaran pembebasan lahan itu dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dengan pengelola lahan yang disaksikan petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan juga perangkat desa setempat.

"Kami tidak tahu apa kendalanya, yang jelas pengelola lahan belum menerima ganti rugi," katanya, Rabu (23/11).

Anggaran pembangunan bandara di Kangean itu diperkirakan membutuhkan Rp 19,1 miliar. Rinciannya, Rp 1,1 miliar untuk pembebasan lahan seluas 18 hektare. Pembebasan lahan tahap satu seluas 8 hektar dengan anggaran sebesar Rp 975 ribu lebih sudah dilakukan pada tahun 2015.

Sementara sisa anggaran akan dipergunakan untuk pembangunan sejumlah fasilitas bandara yang lain. Seperti pembangunan runway, terminal, lokasi parkir, dan juga pembangunan ruang tunggu penumpang.

Lokasi yang dipilih sebagai pembangunan bandara tersebut yakni di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Sedangkan harga tanah per meternya Rp 13 ribu. Sedangkan kebutuhan lahan pembangunan tersebut diperkirakan mencapai seluas 18 hektare.

"Kalau pembasan lahan tahap satu seluas 8 hektar sudah dilakukan. Sisanya 11 hektar masih belum," jelasnya.

Sementara lahan seluas 11 hektar dikuasai oleh 11 orang. "Kalau sampai akhir tahun belum terbayarkan, warga tidak mau dengan harga itu. Karena sekarang harga tanah semakin mahal. Apalagi sudah satu tahun tidak digarap," tegasnya.

Anggota DPRD Sumenep dari Pulau Kangean, Badrul Aini menyesalkan belum tuntasnya pembebasan lahan itu. Mestinya, kata Badrul, pembebasan segera dilakukan agar pembangunan bandara cepat terselesaikan.

"Ini kan sama halnya pemerintah membohongi masyarakat kepulauan. Janjinya tahun ini pembayaran pembebasan akan dilakukan, kenyataannya tidak," katanya berapi-api.

Dikatakan, bagi masyarakat kepulauan keberadaan bandara sangat dibutuhkan. Mengingat transportasi laut yang melayani trayek ke sejumlah kepulauan sangat minim. Akibatnya roda perekonomian masyarakat kepulauan sulit berkembang.

"Jangan beralibi karena tidak ada anggaran. Tahun ini ada anggaran 8 miliar untuk pembabasan lahan bandara," jelas Anggota Banggar DPRD Sumenep itu.

Sementara Kepala Bidang Saraba dan Prasarana (Sarpras) Dishub Sumenep, Agustiono Sulasno membenarkan pembayaran pembebasan lahan tahap dua belum dilakukan. Ia berdalih karena tahun ini tidak dianggarkan.

"Betul, tahun ini memang tidak dianggarkan. Itu tahun 2017 masih," katanya singkat. (jun/fai/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Senin, 20 Januari 2020 14:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...