Jumat, 23 Agustus 2019 09:07

Diduga Serobot Lahan untuk Pembangunan Bandara Trunojoyo, Kadishub Sumenep Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 16 April 2019 12:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Sahlan
Diduga Serobot Lahan untuk Pembangunan Bandara Trunojoyo, Kadishub Sumenep Dilaporkan ke Polisi
Subiyakto S.H, saat laporan polisi didampingi kuasa hukumnya, Selamet Riady, S.H.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Subiyakto, pemilik lahan yang digunakan Bandara Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, memenuhi janjinya melapor ke kepolisian terkait kasus dugaan penyerobotan tanah. Ia melapor Senin (15/4) kemarin berdasarkan Surat Tanda Bukti Lapor (STPL) dari Polisi Resort (Polres) Sumenep bernomor STPL/45/IV/2019/Jatim/RES SMP.

Didampingi pengacara asal Surabaya, Selamet Riyadi, S.H., ia melaporkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Sustono, dengan dugaan telah menyerobot tanah miliknya.

Sebelumnya, dikatakan Subiyakto, ia memiliki dua bidang tanah dengan luas 4.227 m2 dan luas 3937m2 yang terletak di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep. Tanah itu sudah disahkan oleh gubernur, dan telah ditetapkan masuk pada pembebasan lahan Bandara Trunojoyo, bahkan telah ada penetapan Penentuan Lokasi (Penlok) yang disahkan oleh Gubernur. 

Namun, lanjut Subiyakto, tanah tersebut diajukan kembali dan diukur oleh Dishub Sumenep atas nama pemohon Sustono alamat Jl. Adirasa No. 23 Perum Bumi Sumekar Kecamatan Kota Sumenep yang notabene sebagai Kepala Dinas Perhubungan Sumenep. Permohonan tanah tersebut menggunakan uang negara, sementara tanah tersebut belum ada pelepasan hak atas.

“Ini juga membuktikan bahwa jelas ada indikasi kerugian Negara, serta juga usaha penyerobotan atas tanah yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Toh, saya sebagai pemiliknya tidak pernah merasa meminta tanah milik saya untuk diukur. Nah ada apa gerangan? Tanah saya kok diukur tanpa sepengetahuan saya sebagai pemiliknya. Ini sama artinya dengan perampokan yang bermotif mafia atas hak milik orang lain,” ungkap Subiyakto.

Terkait hal ini, Kepala Dishub Sumenep Subiyakto enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi. "Kalau itu langsung kepada Kabid saya, itu kan teknisnya," katanya saat dihubungi via telepon.

Sebelumnya, pejabat PPTK Agus Sulistiono kepada wartawan mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Subiyakto, jika akan menempuh jalur hukum. “Terkait persoalan lahan tanah yang peruntukannya untuk pembebasan Lapangan Terbang, kami serahkan kepada Subiyakto maunya apa. Jika merasa dirugikan, silakan tempuh jalur hukum seperti yang diinginkan selama ini,” terang Agus. (aln/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...