Senin, 20 Februari 2017 22:34

Keindahan Terumbu Karang Pantai Grand Watudodol Banyuwangi, Pikat Wisatawan Domestik

Senin, 21 November 2016 23:11 WIB
Keindahan Terumbu Karang Pantai Grand Watudodol Banyuwangi, Pikat Wisatawan Domestik
Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto SIK bersama sang putra saat melakukan snorkling di Pantai Watudodol.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Keindahan terumbu karang di Pantai Grand Watudodol (GWD) Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo ternyata banyak memikat wisatawan domestik. Salah satu di antara turis lokal yang kepincut dengan panorama GWD adalah Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto SIK.

Bukti kecintaan itu ditunjukkan perwira menengah kelahiran Batang, Jawa Tengah pada Minggu (20/11) sore. Sekitar pukul 16.00 WIB, perwira dengan dua melati di pundak tersebut berlibur di pantai yang memiliki nama lain Klopoan bersama istri dan ketiga buah hatinya.

Tanpa rasa canggung, orang nomer satu di jajaran Kepolisian Resort Banyuwangi itu langsung menceburkan diri ke laut. Awalnya, Kapolres Budi Mulyanto mengajak ketiga anaknya, Cika (9), Azizi (5) dan Askia (2) bermain ombak di pantai yang berada di pintu masuk Selat Bali.

Mantan Kasatlantas Polres Malang ini kemudian beralih menikmati wahana wisata bamper boat bersama dua putrinya, Cika dan Askia. Sementara Azizi pilih bermain di tepi pantai bersama pengasuhnya tak jauh dari sang ibu yang bermain ayunan.

Usai menikmati wahana permainan air yang mirip kue donat, AKBP Budi Mulyanto langsung ganti target. Kali ini yang dipilih adalah menikmati keelokkan panorama bawah laut dengan snorkling. Dia tidak sendiri. Putri keduanya, Cika, menemani sang ayah untuk menjelajah Perairan GWD sambil mengapung menggunakan baju pelampung, kaca mata bawah air serta alat bantu pernafasan.

Kepada anak keduanya, AKBP Budi Mulyanto terus mengajari tehnik snorkling. Cika pun berupaya mengikuti intruksi sang ayah. Tubuh mungil siswi SD kelas 4 ini terlihat gesit menguntit tubuh bapaknya yang leluasa mengapung. Sampai akhirnya pemandu wisata dari KUB Pesona Bahari, Rudi, turun memberikan bimbingan.

Di mulai dari arah selatan Pondok Apung Pantai GWD, Kapolres bersama putri keduanya terus bergerak ke arah utara. Ternyata mantan Kapolres Sampang itu ingin melihat parkiran motor bawah laut yang difungsikan sebagai rumpon. Kuda besi yang dibenamkan di Pantai GWD merupakan hibah dari sejumlah rekan AKBP Budi Mulyanto.

“Wah ternyata bagus. Motor yang kita tanam telah ditumbuhi terumbu karang. Pemandangannya sangat asyik,” ungkapnya usai melakukan snorkling.

Tak hanya karangnya yang dipuji. Ragam ikan hias yang berkembang di Pantai GWD juga memikat hatinya. Itu pula yang mendorong dirinya untuk berlama-lama mengapung di sekitaran Pondok Apung Grand Watudodol.

Dia mengakui bahwa GWD merupakan salah satu dari tiga destinasi wisata Banyuwangi yang paling digandrungi, selain Kawah Ijen dan Perkebunan Kalibendo. “Grand Watudodol asyik karena menampilkan wisata laut yang alami. Sarana yang dibangun tetap mempertahankan konsep natural. Situasinya juga tenang,” paparnya.

Puas melakukan aktivitas snorkling tidak lantas membuat petinggi kepolisian Tanah Gandrung tergesa pulang. Bersama keluarga kecilnya, AKBP Budi Mulyanto bertahan di Pantai GWD hingga pukul 20.00 WIB guna memenuhi tawaran santap malam dengan menu ikan bakar dari Ketua KUB Pesona Bahari, Abdul Azis. Ikan yang dipanggang ditangkap oleh para pegiat wisata Pantai GWD menggunakan alat yang ramah lingkungan.

“Kami merasa tersanjung ada pejabat yang mau makan malam ala penduduk pesisir. Menu yang kami hidangkan sangat sederhana tapi disantap dengan lahap. Bahkan Pak Budi juga turut serta mengipasi ikan yang dibakar bersama warga,” ujar Abdul Azis.

Menurut Azis, sosok AKBP Budi Mulyanto memang lekat dengan Pantai GWD. Tak dimungkiri bahwa nama besar Pesona Bahari dan Watudodol tak lepas dari campur tangan kapolres Banyuwangi. Kisah nelayan Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo yang dulu akrab dengan aktifitas pengeboman ikan dan kini insaf menjadi pelestari lingkungan telah difilmkan dengan judul Change Mindsite.

“Film dokumenter itu diputar pada ajang Forum Nasional Replikasi Inovasi Pelayanan Publik 2016 yang digelar Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Bandung, Jawa Barat, akhir Oktober 2016. Tayangan itu mendapat pujian serta respon positif dari pengunjung serta Kemenpan RB. Saya yang turut serta dalam event itu menjadi saksi,” ucapnya. (bwi1/dur/rev)

tag :
  • wisata-banyuwangi
Minggu, 12 Februari 2017 01:45 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   BANGSAONLINE.com - Inna alladziina laa yu’minuuna bi-aayaati allaahi laa yahdiihimu allaahu walahum ‘adzaabun aliimun (104). Innamaa yaftarii alkadziba alladziina laa yu/minuuna bi-aayaati alla...
Rabu, 08 Februari 2017 11:32 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...
Kamis, 02 Februari 2017 11:42 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Setelah kematian saudaranya, sesama anggota Bee Gees, Maurice, Robin dan Andy, membuat Barry Gibb (70) ketakutan didatangi malaikat maut untuk mencabut nyawanya. Dia pun merasa trauma seumur hidupnya.Mirror.co.uk me...