Rabu, 05 Agustus 2020 00:24

Tak Pernah Lakukan Korupsi, Dahlan Iskan Ajukan Praperadilan

Rabu, 02 November 2016 23:46 WIB
Tak Pernah Lakukan Korupsi, Dahlan Iskan Ajukan Praperadilan
Dahlan Iskan

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mantan menteri badan usaha milik negara (BUMN) Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU). Dahlan yang tidak pernah mengakui perbuatannya, mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Kuasa Hukum Dahlan, Pieter Talaway, mengatakan, pengajuan praperadilan tersebut untuk menguji penetapan tersangka yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim). Sehingga, praperadilan tersebut dapat memutuskan status Dahlan layak menjadi tersangka atau tidak.

"Kami akan tetap ajukan pengujian melalui praperadilan supaya ditentukan apakah Dahlan layak jadi tersangka apa enggak," katanya di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/11).

Rencananya, kata Pieter, pengajuan praperadilan akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, Pieter enggan menjelaskan lebih rinci terkait waktu pengajuan tersebut. "Dalam minggu ini," ujarnya.

Sebelumnya, Kejati Jatim mengabulkan penangguhan penahanan yang diajukan oleh Dahlan Iskan. Dahlan kini berstatus sebagai tahanan kota dan wajib lapor setiap Senin dan Kamis. "Pak Dahlan wajib lapor Senin Kamis," ujar Pieter Talaway.

Pieter mengatakan, mantan direktur utama (dirut) PLN itu baru saja keluar dari tahanan Kejati Jatim pada Senin (31/10) malam. Saat ini, Dahlan tengah berada di rumahnya untuk beristirahat.

Pieter mengungkapkan, penangguhan penahan tersebut karena kondisi fisik Dahlan yang sakit-sakitan. Sehingga, keluarga mantan dirut PT PWU tersebut mengajukan penangguhan penahanan, dan sebagai penjamin yakni istri, anak, dan menantunya. "Ini permintaan keluarga atas dasar kesehatan karena memang beliau sakit," ujarnya.

Pada waktu pemeriksaan kesehatan, kata dia, tekanan darah Dahlan naik hingga 160. Penyebabnya karena kesehatan Dahlan menurun drastis pascapenahanan dan karena tidak bisa tidur. "Itu yang membuat kesehatannya menurun," katanya.

Kemungkinan, kata dia, dokter pribadinya yang akan datang ke Indonesia untuk terus mengontrol kondisi kesehatan Dahlan. "Mungkin dokter yang datang ke Indonesia," ujarnya.

Pieter Talaway menegaskan, kliennya saat ini masih sakit dan harus melakukan kontrol secara rutin ke Tiongkok. Namun lantaran kasus yang kini menjerat, proses pemeriksaan kesehatan berkala tersebut harus mengalami hambatan.

"Memang harus kontrol (ke Tiongkok), tapi karena ada urusan yang belum selesai di Kejati Jatim, jadi ya harus selesaikan itu dulu," ujar Pieter.

Ia pun menuturkan, pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejati Jawa Timur membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus (Kasidik Pidsus) Kejati Jatim, Dandeni Herdiana SH yang dihubungi, membenarkan jika penahanan Dahlan dialihkan menjadi tahanan kota.

"Ia tetap wajib lapor dua kali dalam seminggu, setiap Senin dan Kamis," ujarnya.

Sebagai pertimbangan, kata Dandeni, adalah kondisi kesehatan Dahlan, usai transpalansi hati beberapa waktu lalu.

Dia menyontohkan, saat pemeriksaan sebagai tersangka, pada Senin siang, kondisi Dahlan tiba-tiba drop dan pemeriksaan dihentikan.

"Karena faktor kesehatan dan manusiawi, itu yang menjadi pertimbangan. Apalagi dalam rekam medik semua ditunjukkan dan pernah menjadi pasien transplantasi hati," ujarnya. (trb/jpn/lan)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...