“Dari aspek anggaran dari pusat (APBN) masih sangat terbatas. Untuk itu Madrasah harus pandai membuat inovasi peningkatan mutu pengeloaan dan profesionalisme guru dengan menggandeng berbagai pihak,” jelasnya.
Terkait kerjasama MI Hasanudin dengan YDSF mendapatkan apresiasai darinya. "Ketika Madrasah bisa menggandeng sektor swasta seperti YDSF untuk menggelar pelatihan, ini sangat bagus. Dengan judul pelatihan pengelolaan kelas menjadi bagian penting bagi para guru pendidik dalam melaksanakan pembelajaran di kelas," tuturnya.
Dari segi anggaran, Kemenag Surabaya tahun 2016 hanya mendapatkan kuota satu kali pelatihan tenaga pendidik dari delapan pelatihan yang diajukan. “Dari anggaran DIPA Kemenag memang sangat terbatas. Kami ajukan tujuh sampai delapan pelatihan selama 2016 tapi hanya dapat anggaran satu kali saja. Jadi program madrasah menggandeng YDSF ini sudah sangat tepat,” jelasnya.
Kepala Sekolah MI Hasanudin, Rohmatul Faizah menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih pada YDSF yang telah banyak membantu pendidikan di madrasah. Ia mengakui jumlah muridnya jadi meningkat sejak ada bantuan YDSF.
“Jadi tambah maju karena kami diberikan pelatihan yang diikuti guru dari 10 sekolah yang tergabung dalam Pena Bangsa sebanyak 33 orang ditambah guru MI Hasanudin 12 orang. Kami juga disupport guru ngaji yang dikerjasamakan dengan UMI. Ini bantuan yang luar biasa dari YDSF untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas madrasah,” tukasnya. (dev/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




