Rabu, 01 April 2020 12:59

Polsek Songgon Banyuwangi Bantu SMP Kosgoro Gelar Tes Urine

Sabtu, 22 Oktober 2016 12:09 WIB
Editor: abdurrahman ubaidah
Polsek Songgon Banyuwangi Bantu SMP Kosgoro Gelar Tes Urine
Kapolsek Songgon saksikan hasil tes urine.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Maraknya penyalahgunaan obat daftar G di kalangan pelajar di kawasan Kecamatan Songgon Banyuwangi membuat SMP Kosgoro Sragi melakukan langkah antisipasi. Di antaranya, pihak sekolah bekerjasama dengan tim medis Puskesmas Songgon dan kepolisian setempat menggelar tes urine yang menyasar kalangan peserta didik.

“Pihak sekolah mengaku prihatin dengan maraknya kasus penyalahgunaan obat yang menjalari siswa. Meskipun konsumsinya selepas jam belajar, pihak sekolah mengaku angkat tangan dalam mengatasinya. Maka digelar tes urine setelah apel rutin tiap Jumat,” tandas Kapolsek Songgon, AKP Suwanto Barri kepada BANGSAONLINE, Sabtu (22/10).

Pelaksanaan pemeriksaan air seni ini dilakukan setelah apel Jumat yang dipimpin Kapolsek Songgon AKP Suwanto Barri. Pagi itu mantan Kapolsek Gambiran ini diminta pihak sekolah untuk memberikan arahan seputar kenakalan remaja yang berkaitan dengan konsumsi miras, penyalahgunaan obat dan psikotropika.

Tidak semua pelajar dites urine. Berdasarkan data guru bimbingan konseling, setidaknya ada 21 anak didik yang dicurigai melakukan penyalahgunaan obat. Mereka dipanggil satu per satu untuk menjalani tes yang dilakukan tim medis Puskesmas Songgon di bawah pengawasan kapolsek.

“Jadi tes air kencingnya dilakukan secara acak. Hanya pelajar yang masuk data merah guru bimbingan konseling saja yang diuji. Mereka dari jenjang kelas VII-IX. Mengenai hasilnya masih dalam tahap pemeriksaan tim medis,” urai perwira polisi dengan pangkat tiga balok emas di pundak.

Ironisnya tes urine itu juga menyasar 1 siswi. Sedangkan 20 orang lainnya adalah para siswa. Tes air seni yang digelar secara dadakan ini untuk memberikan shok terapi kepada para pelajar SMP Kosgoro agar tidak dekat-dekat dengan narkoba.

“Kami arahkan kepada pihak sekolah agar identitas para pelajar yang masuk cacatan merah tetap dirahasiakan. Andai nanti hasil ujinya ada yang positif agar orang tua siswa dipanggil ke sekolah untuk membantu pengawasan terhadap anaknya,” ungkapnya.

Masalah narkoba memang menjadi tantangan masyakarat untuk mencegahnya. Sebab itu pihak kepolisian meminta tiap warga yang mengetahui peredaran narkoba di wilayahnya untuk dilaporkan kepada aparat terdekat. (bwi1)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...