"Makanya santri itu harus terus belajar, termasuk belajar bela diri, namun itu bukan untuk kesombongan dan membuat keributan, tapi untuk menjaga keamanan. Karena orang mukmin itu orang yang percaya Allah dan menjaga keamanan, Muslim yang memberi kedamaian dan Ikhsan yang memberi kebaikan kepada manusia," pungkas Kiai Kholil
Pantauan BANGSAONLINE.com, Rombongan Kirab Resolusi Jihad diserah terimakan oleh PC NU Banyuwangi ke PC NU Situbondo tepat pukul 15.00 WIB di lapangan Wongsorejo Banyuwangi, Kamis (13/10). Kemudian rombongan kirab bergerak ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo untuk bersilaturrahmi dengan keluarga besar pondok dan berziaroh ke makam KHR. As'ad Syamsul Arifin sebagai upaya untuk mengenang dan menauladani perjuangan beliau sebagai tokoh mediator berdirinya NU, Tokoh Khittah NU dan sekaligus Pejuang Resolusi Jihad melawan kaum penjajah.
Usai salat Maghrib, rombongan menuju Pondok Pesantren Wali Songo. Rombongan kirab diturunkan di Masjid Pasar Panji, Kemudian diarak oleh ribuan santri dengan berjalan kaki menuju pondok yang berjarak sekitar 2 km dari Masjid sambil diiringi dengan gemuruh bacaan solawat nariah dan solawat badar.
Saat tiba di Pondok Pesantren Walisongo, ketua rombongan dari PB NU menyerahkan pataka bendera NU dan Merah Putih kepada KHR. Kholil As'ad Syamsul Arifin. Selanjutnya acara pengajian dan solawat bersama untuk menyambut kirab resolusi jihad dimulai dan berahir pukul 23.00 WIB.
Rombongan Kirab Resolusi Jihad menginp di kantor PC NU. Tadi pagi, Jum'at (14/10) pukul 07.00 WIB bergerak menuju Kabupaten Probolinggo. Di Ponpes Zainul Hasan Geggong rombongan akan diserahterimakan dari PC NU Situbondo ke PC NU Probolinggo untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.
Kirab Resolusi Jihad, yang dimulai dari Banyuwangi dan finish di Jakarta, diadakan oleh PB NU itu merupakan napak tilas sebagai upaya untuk memperingati seruan KH. Hasyim Asyari agar berjihad mempertahankan NKRI dari serangan Sekutu. (stb/had/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




