Imam dan Sumiarni menunjukkan bakpia Pangli, broduk mereka. foto: luckman hakim/BANGSAONLINE
Bakpia pangli menyediakan 3 rasa, yakni kacang hijau, coklat dan keju. Untuk harga 1 bungkus Bakpia Pangli rasa kacang hijau Rp. 10 ribu, untuk rasa coklat dan keju harganya Rp. 15 ribu. Dia memasarkan di sentra-senta ukm, di warung-warung, koperasi warga, pameran-pameran, dan juga pemesanan via telpon.
Omzet dalam 1 bulan bisa mencapai Rp 5 – 7 juta, meskipun ada dan tidak ada pesanan omzetnya stabil. “Penghasilan sebulannya Rp 5 – 7 juta, meskipun tidak ada pesanan sama aja segitu stabil,” aku dia.
“Pemesanan bakpia lebih banyak menggunakan brand “Sentra Bakpia” ketimbang dengan “Bakpia Pangli” Karena pemesanan yang banyak biasanya berasal dar Pemkot Surabaya, kalau yang pesan bukan Pemkot saya kasih kardus “Bakpia Pungli”, tandasnya.
Untuk daya tahan dari Bakpia Pungli Sumiarni mengaku bisa bertahan hingga 1 minggu dalam suhu ruangan, “Bakpia saya meskipun tanpa bahan pengawet bisa bertahan hingga satu minggu dalam suhu ruangan, kalau di masukin kulkas bisa sampai 2 minggu,” tambahnya.
Imam (60) suami Sumiarni bercerita kalau ada beberapa konsumen yang mengatakan kalau bakpia buatannya itu berbeda dengan bakpia lainnya, kalau di makan lebih crispy dan lebih fresh, ketika di makan baklpianya mudah hancur meskipun tanpa di kunyah dahulu. “Dan biasanya yang mencoba bakpia buatan ibu itu gak cukup sekali aja, selalu nambah berkali-kali,” tutupnya. (luckmanhakim/UTM)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




