Sriati M.Pd
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Terus merebaknya kabar mengenai ketidakhalalan produk Holland Bakery yang sudah beredar di masyarakat selama bertahun-tahun, direaksi sejumlah kalangan masyarakat. Sebagian besar merasa 'tertipu' dengan aroma sedap yang keluar dari outlet-outlet Holland Bakery saat mereka melintas, atau bahkan dari roti yang dipajang di rak-rak tempat penjualan.
Ternyata, banyak sekali konsumen yang masih belum tahu bahwa Holland Bakery belum bersertifikat halal.
BACA JUGA:
- Kesepakatan Prabowo-Trump: Produk AS Tak Perlu Sertifikasi Halal, Ini Respons LPPOM dan MUI
- Viral Pernyataan Babe Haikal Terkait Sertifikasi Halal, Mahfud MD Beri Tanggapan Menohok
- Gus Afif Dukung UMKM Surabaya Bersertifikasi Halal
- Haram! Makan Daging Hewan Ternak yang Makan Darah Babi, MUI Larang Disertifikasi Halal
Kepaal Sekolah SDN Pucangtelu, Lamongan Sriati MPd mengaku kerap mengonsumsi Holland Bakery. Namun, selama itu pula sama sekali tidak tahu kalau bahan pembuat roti tersebut salah satunya rum (alkohol hasil dari fermentasi tebu). Terlebih, produk Holland Bakery belum mengantongi sertifikasi halal.
Hal tersebut, ujarnya, sangat memrihatinkan mengingat Holland Bakery merupakan perusahaan internasional dan sudah banyak mendistribusikan produk di Indonesia. Lebih-lebih, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas muslim terbesar yang tentunya haram mengonsumsi alkohol, atau makanan dan minuman yang terkontaminasi alkohol.
“Saya sering mendapatkan oleh-oleh Holland Bakery dari family. Awalnya saya tidak tahu akan hal itu tetapi akhir-akhir ini sedang booming berita bahwa Holland Bakery belum bersertifikasi halal,” ungkap Sriati.
Menurutnya, nama Holland Bakery yang besar ternyata banyak menipu konsumennya mengenai status kehalalannya. Para konsumen tidak sadar akan bahan-bahan berbahaya yang terkandung di dalam produknya.
“Walaupun enak, saya tidak akan memakan lagi produk yang tanpa ada ‘cap’ halal nya. Saya kira sudah bersertifikasi halal karena sudah terkenal,” tambah Sriati.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




