Kondisi mobil korban pelemparan batu di Sarirogo usai menabrak tiang JPU. Korban meninggal dunia.
Warga lain menambahkan, Dhoni sedang punya masalah sebelum kejadian. Belum ada satu bulan sebelum insiden lempar batu terjadi, dia dipecat pabrik tempatnya bekerja. “Selain pengaruh miras (minuman keras), bisa jadi penyebabnya karena masalah itu. Emosi karena faktor ekonomi,” tuturnya. Dia menjelaskan, Dhoni berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah. Bapaknya jualan pentol keliling.
(BACA: Lagi, Aksi Pelemparan Batu di Sidoarjo, 4 Mobil Dilempar Paving)
Lain Dhoni, lain Puguh. Warga justru mengaku sangat bersyukur dia ditangkap polisi. Sebab, Puguh dinilai meresahkan. “Orangnya tidak sopan dan sok jagoan. Di jalan kampung sering mbleyer motor,” urainya.
Menurut dia, Puguh berasal dari keluarga yang broken home. Orang tuanya bercerai awal tahun ini.
Sementara itu, menanggapi adanya kelompok yang meresahkan seperti geng Ganas, polisi berjanji tidak akan tinggal diam. Kapolres Sidoarjo AKBP Muhammad Anwar Nasir menyatakan, pihaknya sudah mengimbau semua anggota jajaran untuk tidak segan memberikan tindakan tegas. “Beri tindakan, jangan ada toleransi,” katanya.
Anwar menyatakan, polisi akan selalu berupaya menghilangkan kelompok yang bersifat premanisme. Sebab, keberadaan mereka sangat meresahkan masyarakat. “Langkah awalnya adalah identifikasi. Mencari latar belakang kelompok itu bagaimana, pernah tidak mereka melakukan tindak pidana,” ungkapnya.
(BACA: Teror Lempar Batu di Sidoarjo, Tiga Orang Gila Diamankan)
Jika masih bisa dibina, polisi akan memberikan pendampingan. Dalam artian, mengarahkan kelompok tersebut untuk melakukan kegiatan yang positif. “Kelompok yang meresahkan sudah pasti mendapat atensi. Jika sudah sampai terlibat tindak pidana, tentu proses hukum akan kami jalankan dengan semestinya,” ujarnya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




