Kapolres Gresik, AKBD Adex Yudiswan saat Anev di kantor Pemkab Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Setiap Desa berkekuatan 25 orang anggota yang dibagi pada beberapa RW dan RT di wilayah tersebut.
Setelah mendengar jawaban seseorang yang ditelepon, Kapolres memberikan beberapa petunjuk kepada Ketua Tim IV Gajah Mada yang bertugas di Desa Suci, Iptu Sujito.
“Mestinya tidak ke RT atau RW. Anda harus mengunjungi masyarakat satu per satu. Lakukan pendekatan, dengarkan keluhannya. Catat kebutuhannya dan cari permasalahan yang ada di masyarakat setempat," papar Kapolres.
“Intinya tugas kalian semua ini jangan malah merepotkan masyarakat. Anda yang harus datang ke masyarakat dengan mendatangi rumahnya satu per satu. Jangan masyarakat yang malah disuruh berkumpul di Balai RT atau Balai RW. Bikinlah masyarakat itu merasa nyaman dan terlindungi dengan kehadiran anda. Jangan dibuat takut dan justru melayani anda," sambung Kapolres memberikan arahan.
Sementara Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, menyambut baik program analisa dan evaluasi (Anev) yang dilakukan oleh jajaran Polres Gresik ke beberapa desa di wilayah Gresik.
“Ini kegiatan yang inovatif yang dilakukan oleh Kapolres Gresik bersama anak buahnya. Dalam program yang melibatkan banyak pihak yang tergabung dalam Forpimda Gresik sangat besar manfaatnya bagi masyarakat. Saya hanya bisa menyampaikan terima kasih,” kata Sambari. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




