Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin saat meninjau pengolahan katering untuk jemaah haji Indonesia. foto: detikcom
Dalam menyeleksi perusahaan katering, tim Kemenkes dan Kemenag menerapkan sejumlah persyaratan. Mulai dari fasilitas gedung, izin, dan rekomendasi otoritas setempat.
Selain itu, menurut Abdullah, perusahaan katering harus memiliki semacam standar ISO untuk katering, dokumen terkait pelayanan katering, dan chef serta juru masak dari Indonesia.
Sementara kemarin, jemaah haji Indonesia gelombang pertama terus berdatangan ke Tanah Suci. Sebelum menuju Mekah, jemaah haji akan terlebih dahulu berada di Madinah.
Di kota tersebut, jemaah haji akan menginap di pemondokan selama 9 hari. Selama di Madinah, jemaah haji bisa memanfaatkan waktu untuk ibadah Arba’in (salat 40 waktu terus menerus tanpa terputus) , beribadah di Masjid Nabawi, dan berziarah ke makam Rasulullah SAW.
Hingga Senin 15 Agustus 2016, pukul 08.00 waktu Saudi atau 12.00 WIB, jemaah haji gelombang I dari Tanah Air yang sudah tiba di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah sebanyak 90 kloter.
"Terdiri atas jemaah haji 36.089 orang, dan petugas kloter 450 orang," kata Kepala Daerah Kerja Airport Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam Makkiy, dalam keterangannya.
Hingga hari ketujuh sejak kedatangan jemaah haji kloter 1, jumlah total jemaah haji Indonesia mencapai 36.539 orang. (trb/viv/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




