Kapolres Sidoarjo Janji Beri Atensi Khusus Kasus Pelemparan Batu di Sarirogo

Kapolres Sidoarjo Janji Beri Atensi Khusus Kasus Pelemparan Batu di Sarirogo Kondisi mobil usai menabrak tiang JPU

Dia menjelaskan, besar kemungkinan pelaku pelemparan adalah orang iseng. Usianya masih muda dan tidak punya pekerjaan. Dasar dari dugaan itu adalah masih seringnya Jalan Sarirogo digunakan sebagai lintasan balap liar. “Lempar batu di kawasan itu sudah lebih dari satu kali. Ini harus diberi perhatian,” ungkapnya.

Slamet mengungkapkan, saat ini warga sangat resah dengan kasus lempar batu. Menurut dia, keresahan yang dirasakan hampir sama dengan fenomena kepruk kepala yang sempat marak beberapa tahun yang lalu. “Bedanya, kali ini pelaku tidak mengambil barang berharga milik korban,” paparnya.

Lebih lanjut Slamet mengatakan, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memastikan lingkungan tetap aman adalah menghidupkan pos kamling. “Semua pihak harus terlibat dalam pengamanan. Mulai dari warga, polisi, sampai TNI,” ucapnya.

Secara terpisah, Yusuf Khudori menjelaskan, pelaku pelemparan menurutnya ada dua orang. Saat beraksi, mereka berboncengan dengan motor. Sebelum melempar batu, motor yang mereka tumpangi melaju sangat mepet dengan mobil. Meski, berjalan dari arah yang berlawanan. “Motor yang dipakai sepertinya Suzuki Satria,” jelasnya. Yusuf merupakan orang yang duduk bersebelahan dengan Mustofa saat kejadian.

Seingat dia, pelaku masih tampak berusia muda. Mereka berperawakan kurus tinggi. Begitu mobil dilempar batu, lanjutnya, Mustofa langsung tidak sadarkan diri. Dia pun sempat berusaha mengentikan mobil. Namun, karena panik, upaya itu tidak berhasil. Mobil pada akhirnya baru berhenti setelah menabrak tiang penerangan jalan umum. (cat/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO