Pratikno
Sudirman juga tak mau berkomentar saat disinggung mengenai reshuffle kabinet. “Saya enggak mau komentar soal itu,” tukasnya.
Sehubungan dengan reshuffle, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanna Rambise, mengaku tak peduli dengan kabar tersebut. “Saya tidak terpengaruh dengan isu ini, yang penting saya menjalanan tugas seperti biasa yang diminta pak Presiden seperti sekarang,” ujar Yohanna.
Lebih lanjut dia mengaku tak masalah jika seandainya dia dicopot dari posisi menteri saat ini. “Tidak masalah, presiden yang memilih, presiden yang berhak memberhentikan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yohanna juga menjelaskan terkait panggilan Presiden terhadap dirinya. “Presiden hanya melihat pekembangan saya perlu ditambah, keterlibatan masyarakat, LSM itu saja,” tutupnya.
Sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengaku tak merasa khawatir dengan adanya isu reshuffle atau perombakan kabinet kerja yang terus bergulir. Presiden Joko Widodo memiliki hak untuk melakukan evaluasi bagi para pembantunya yang dinilai tak bisa bekerja dengan optimal.
"Pak Presiden kan punya pembantu, staf seperti kita-kita ya tentu dievaluasi kalau enggak bisa kerja diganti," kata Susi.
Ia mengatakan jabatan menteri sangat politis dan sangat tergantung pada keputusan presiden sebagai kepala negara. Sehingga para pembantu presiden harus menerima apapun yang menjadi keputusan terkait evaluasi.
"Ya kita bekerja as fast as we can. Ya tak terpakai, dipecat, ya biasa toh. It's not the end of the world," ungkapnya.
Susi mengaku kaget saat disinggung kabar bahwa dia akan bergeser mengganti Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Ia menanggapi santai saat disinggung perombakan kabinet kerja tersebut.
"Kamu dapat isu dari mana? Saya saja tidak tahu. Perasaan saya biasa saja cuma enggak enak badan saja dari tadi. Orang kalau kerja (dievaluasi) biasa toh?" ujarnya.
Terkait arahan Presiden Jokowi kepada para menteri untuk tidak meninggalkan Jakarta dalam waktu dekat menurutnya hal itu sudah biasa. Hal itu terjadi jika akan ada rapat paripurna. "Biasa tempo hari mau rapat paripurna. Yang ada di luar negeri saja disuruh pulang. Sudah biasa," kata dia.
Isu reshufle yang bakal dilakukan hari ini kian santer ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla mendadak diminta kembali ke Jakarta saat melakukan kunjungan kerja ke Makassar kemarin. Sekembalinya, dia dikabarkan akan langsung melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi.
“Ditelepon Pak Jokowi langsung,” kata salah satu sumber di Makassar.
Wapres menegaskan bahwa imbauan untuk tetap di Jakarta tersebut dimaksudkan agar seluruh menteri dapat mengikuti rapat paripurna.
“Kan karena mau rapat pleno, paripurna. Kalau tidak lengkap kan namanya bukan paripurna,” katanya. (mer/tic/yah/kcm/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




